Berita7 — Hong Kong memulai uji coba sistem kliring emas yang didukung sejumlah bank besar dunia, sebagai bagian dari upaya menjadikan kota itu pusat perdagangan emas di Asia.
Program ini menghadirkan patokan harga emas bernama HAU yang kini aktif di platform Bloomberg, sekaligus menandai fase awal infrastruktur kliring fisik dan layanan penyimpanan yang diperluas.
Ambisi Menjadi Pusat Perdagangan Emas
“Tujuannya, tentu saja, adalah untuk membangun pasar perdagangan emas institusional yang sangat canggih di Hong Kong,” kata Kepala Eksekutif John Lee pada Hong Kong FIC & Bond Connect Summit.
Lee mengatakan Hong Kong Precious Metals Central Clearing Ltd., perusahaan kliring yang dimiliki pemerintah, akan menyediakan layanan mulai dari deposit dan penarikan emas hingga penyelesaian transaksi untuk pasar over-the-counter.
“Deposit emas awal dan penyelesaian transaksi pertama telah selesai. Ini melibatkan banyak bank, serta klien mereka, termasuk perusahaan pertambangan, penyulingan, perhiasan, dan investor lainnya,” ujarnya.
Partisipasi Bank Global dan Lokal
Di dewan perusahaan kliring emas Hong Kong tercatat perwakilan dari 11 lembaga keuangan, termasuk JPMorgan Chase & Co., HSBC Holdings Plc, dan UBS Group AG, serta lima bank asal China.
Dengan peluncuran uji coba ini, Hong Kong mengambil langkah awal untuk memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan emas di kawasan, bersaing dengan inisiatif serupa yang diluncurkan Singapura pada bulan lalu.
Persiapan Logistik dan Permintaan Fisik
Menjelang peluncuran, setidaknya empat bank peserta mengimpor emas batangan untuk membangun cadangan yang memungkinkan pengiriman fisik. Pengiriman dalam ukuran 400 ons — yang umum digunakan di London — tercatat mendorong volume impor Hong Kong di atas rata-rata dua tahun terakhir.
CEO HSBC Georges Elhedery menyatakan bank tersebut akan mempercepat peningkatan kapasitas penyimpanan emasnya di Hong Kong menjadi 200 ton.
Standard Chartered Plc mengonfirmasi telah menyelesaikan transaksi dengan sejumlah pihak termasuk Chow Sang Sang, Haitong International Securities, JD Technology, dan Shanghai Pudong Development Bank. HSBC juga menyebut telah melakukan perdagangan untuk klien yang ingin memperluas akses mereka ke pasar emas Hong Kong.
Ikuti Berita7
