— Di tengah pasar yang masih volatil dan likuiditas perdagangan relatif rendah, saham-saham hasil penawaran umum perdana (IPO) justru mencuri perhatian di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejumlah emiten baru kompak menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada hari pencatatan pertama dan berlanjut ke hari berikutnya.

Fenomena ini tampak pada perdagangan Rabu (8/7/2026), ketika saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) langsung melonjak 24,43% ke level Rp550 dan mentok pada batas kenaikan harian. Lonjakan serupa juga terjadi pada beberapa emiten lain yang baru melantai.

Pergerakan Saham Pendatang Baru

Pada 7 Juli 2026, dua saham pendatang baru juga menyentuh ARA pada hari pertama perdagangan. PT Niramas Utama Tbk (JELI) melonjak 25% menjadi Rp1.125, sedangkan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) naik 24,8% ke Rp1.560.

Keberlanjutan euforia terlihat pada hari kedua perdagangan, ketika JECX kembali menyentuh ARA setelah meningkat 25% menjadi Rp1.950, dan JELI menguat 24,89% ke Rp1.405. Sementara itu, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) tidak mencapai ARA pada hari pencatatan pertama, namun tetap mencatat kenaikan signifikan.

Rekap Dana Hasil IPO

Sejak awal 2026, pasar menerima lima perusahaan yang resmi mencatatkan saham. Total dana yang dihimpun dari kelima IPO tersebut mencapai sekitar Rp1,67 triliun.

  • PT Wahana Baru Sejahtera Tbk (WBSA): Rp302,4 miliar
  • PT Niramas Utama Tbk (JELI): Rp239,40 miliar
  • PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Rp609,98 miliar
  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH): Rp271,8 miliar
  • PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Rp245,74 miliar

Animo tinggi terhadap saham IPO menggambarkan minat investor untuk berburu peluang pertumbuhan di tengah pasar yang belum sepenuhnya pulih. Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dipengaruhi sentimen global dan nilai transaksi harian cenderung turun, segmen IPO menjadi sumber likuiditas dan fokus perhatian pelaku pasar.