Berita7 — Penawaran umum perdana saham (IPO) PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) mendapat sambutan kuat dari pasar. Perseroan mencatat kelebihan permintaan atau oversubscription lebih dari 14 kali pada porsi Penjatahan Terpusat.
EMMI menawarkan 522.857.000 saham baru dengan harga penawaran Rp 470 per saham, sehingga nilai penawaran mencapai sekitar Rp 245,74 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.
Berdasarkan hasil penawaran umum yang berakhir pada 7 Juli 2026, permintaan investor pada porsi Penjatahan Terpusat mencapai lebih dari 15 juta lot, atau lebih dari 14 kali dibandingkan alokasi saham yang tersedia sesuai ketentuan pasar modal.
Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, mengatakan tingginya tingkat oversubscription mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan perseroan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan antusiasme investor terhadap IPO EMMI. Pencapaian oversubscription pada Penjatahan Terpusat merupakan bentuk kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis serta prospek jangka panjang perseroan,” ujar Florian dalam keterangan tertulis.
Tata Kelola Perusahaan
Perseroan menyatakan status sebagai perusahaan terbuka akan menjadi pijakan untuk memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran dalam pengelolaan usaha.
Menurut Florian, tata kelola yang baik menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan investor, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan
Selain memperkuat tata kelola, EMMI menempatkan aspek keberlanjutan (sustainability) sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Perseroan berkomitmen menghadirkan produk dan solusi alat kesehatan berkualitas, mengembangkan sumber daya manusia, serta menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
“Kami akan terus menjaga kepercayaan investor melalui kinerja yang konsisten, disiplin dalam mengeksekusi strategi bisnis, penerapan Good Corporate Governance yang kuat, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan,” kata Florian.
Rencana Penggunaan Dana
Dana hasil IPO akan digunakan sesuai rencana yang tercantum dalam prospektus, antara lain untuk memperkuat modal kerja, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperkokoh struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.
EMMI dijadwalkan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026. Melalui pencatatan ini, perseroan berharap memperkuat posisi di industri alat kesehatan nasional, memperluas akses pendanaan dari pasar modal, dan mempercepat realisasi strategi pertumbuhan jangka panjang.
Ikuti Berita7
