— Elon Musk kembali kehilangan sebutan triliuner beberapa minggu setelah mencatat sejarah singkat sebagai orang dengan kekayaan lebih dari US$1 triliun. Penurunan ini menyusul koreksi harga saham SpaceX pasca-IPO yang melaju tajam pada pertengahan Juni 2026.

Saat debut di Nasdaq pada 12 Juni 2026, saham SpaceX dibuka di US$150 dari harga penawaran US$135 dan sempat mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mendekati US$2,8 triliun. Lonjakan tersebut mendorong estimasi kekayaan pribadi Musk melewati US$1,4 triliun, namun reli itu tidak bertahan lama.

Penyebab Volatilitas Saham SpaceX

Memasuki awal Juli 2026, harga saham SpaceX anjlok lebih dari 30% dari puncaknya, menghapus ratusan miliar dolar dari nilai pasar dalam waktu singkat. Penurunan tajam ini bukan disebabkan oleh pelemahan kinerja operasional perusahaan.

Starlink, layanan internet satelit SpaceX, tetap tumbuh dengan penambahan jutaan pelanggan. Perusahaan juga bergerak agresif di sektor kecerdasan buatan melalui akuisisi startup coding AI, Cursor, senilai US$60 miliar.

Viram Shah, Pendiri dan CEO Vested Finance, mengatakan, “Koreksi ini terjadi bukan karena SpaceX tiba-tiba menjadi perusahaan yang lemah.” Menurut Shah, yang terjadi adalah ekspektasi pasar yang berlari jauh lebih cepat daripada realitas di lapangan.

  • Sifat IPO: Meski menghasilkan dana segar sebesar US$75 miliar, persentase saham yang dilepas ke publik (low float) relatif kecil. Alhasil, aktivitas jual-beli dengan volume moderat saja mampu menggerakkan harga secara ekstrem.
  • Akusisi Cursor: Empat hari setelah pencatatan, SpaceX mengumumkan akuisisi Cursor senilai US$60 miliar dengan skema pembayaran saham penuh (all-stock deal), memicu kekhawatiran tentang dilusi saham dan valuasi yang dianggap mahal.
  • Valuasi Sangat Tinggi: Pasar menilai SpaceX berdasarkan prospek dominasi di roket daur ulang, internet global, dan infrastruktur AI. Ekspektasi masa depan yang tinggi membuat saham rentan terkoreksi oleh sentimen kecil sekalipun.

Dampak Pada Kekayaan Elon Musk

Karena sebagian besar kekayaan Musk terikat pada kepemilikan saham SpaceX, penurunan harga saham berimbas langsung pada estimasi kekayaan bersihnya. Nilai kekayaan Musk tercatat menyusut ke kisaran US$992 miliar hingga US$997 miliar, tergantung indeks pelacak yang digunakan.

Dengan angka itu, Musk masih tercatat sebagai orang terkaya di dunia, namun tidak lagi menempati kategori triliuner. Fluktuasi ini menggambarkan betapa dinamisnya kekayaan di atas kertas dibandingkan kinerja operasional perusahaan.

Transisi Menuju Pasar Publik

Sebelum IPO, SpaceX beroperasi sebagai perusahaan privat yang didanai oleh investor ventura dan kontrak pemerintah, memberi kebebasan untuk mengambil risiko tanpa tekanan laporan kuartalan. Keputusan melantai di bursa ditujukan untuk menghimpun modal besar demi ambisi jangka panjang seperti kolonisasi Mars dan pengembangan infrastruktur AI global.

Namun, status sebagai perusahaan publik mempertemukan SpaceX dengan dinamika pasar modal yang lebih reaktif. Koreksi 30% dalam tiga minggu pertama menjadi fase orientasi bagi perusahaan dan pemegang sahamnya. Ketegangan antara volatilitas pasar jangka pendek dan visi jangka panjang Musk diperkirakan akan berlanjut, setidaknya hingga masa penguncian saham internal (lock-up period) berakhir setelah rilis laporan keuangan pada Agustus.