— PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 8,53 triliun ke PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) melalui anak usahanya, PT DSST Mas Gemilang, pada 6 Juli 2026. Manajemen menyebut langkah ini sebagai upaya strategis untuk memperkuat fondasi bisnis dan memperluas kapabilitas operasional serta teknologi.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, manajemen DSSA mengatakan transaksi ini ditujukan untuk mempercepat integrasi ekosistem digital dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Manajemen menambahkan bahwa suntikan modal diharapkan mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan melalui peningkatan sinergi, optimalisasi sumber daya, serta penguatan posisi dan daya saing perseroan menghadapi perkembangan industri dan peluang pasar.

Objek transaksi berupa penerbitan dan pengambilan bagian atas sebanyak 8.539.999.121 saham BMT yang nilainya sebesar Rp 8,53 triliun. Perseroan menyatakan transaksi ini merupakan transaksi material karena nilai transaksi lebih dari 20%, namun tidak melebihi 50% dari nilai ekuitas perseroan.

Sebelum transaksi, DSST menguasai 11.193.772.119.000 saham BMT atau 99,99%. Setelah penambahan modal, kepemilikan menjadi 19.733.771.240.000 saham BMT atau 99,99%.

DSSA memandang perlu penguatan struktur permodalan di BMT untuk memastikan tersedianya kapasitas pendanaan yang memadai. Tujuannya adalah meningkatkan fleksibilitas keuangan BMT, mendukung pelaksanaan strategi bisnis, pembiayaan investasi, kebutuhan modal kerja, dan berbagai proyek strategis yang sejalan dengan tujuan jangka panjang perseroan.