Berita7.co.id — Jakarta — Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka layanan pengaduan berbasis WhatsApp untuk menindaklanjuti laporan perundungan dan kekerasan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana menyatakan layanan ini mulai efektif pada 13 Juli 2026. Tujuannya, menurut dia, memastikan lingkungan sekolah aman dan bebas dari tindak kekerasan.
Disdik menyediakan dua nomor WhatsApp yang bisa dihubungi masyarakat untuk menyampaikan laporan dugaan kekerasan atau perundungan, yaitu 0813-9595-320 dan 0813-9595-350.
Tekad Menjadikan MPLS Ramah
Nahdiana menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar agenda pengenalan sekolah bagi peserta didik baru, melainkan kesempatan membangun budaya yang menghormati hak anak dan nilai kemanusiaan.
“Dalam semangat MPLS Ramah, hari pertama sekolah harus menjadi awal yang menyenangkan, aman, dan bermakna. Tidak ada lagi ruang hampa yang akan berpotensi munculnya praktik perpeloncoan ataupun bentuk kekerasan,”
Ia meminta sekolah berfungsi sebagai rumah kedua bagi siswa, di mana setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dapat tumbuh secara optimal. Deklarasi Jaga Sekolah Aman dan Nyaman disebutnya sebagai bentuk implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
“Melalui deklarasi tersebut, seluruh warga sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, serta berbagai tindakan yang mengancam keselamatan dan kenyamanan peserta didik,” kata Nahdiana.
Program Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Sekolah
Selain soal keselamatan peserta didik, Disdik DKI juga menggelar Deklarasi Jaga Sekolah Bersih dengan tema “Pilih, Pilah, Pulihkan”. Kegiatan ini merupakan implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 mengenai gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber.
Pada saat yang sama, Disdik meluncurkan program Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS). Program itu berupa sistem pelaporan reduksi sampah untuk memantau pelaksanaan pengurangan dan pengelolaan sampah di seluruh satuan pendidikan di Jakarta.
Ikuti Berita7.co.id
