Berita7.co.id — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, menerima ancaman teror bom melalui pesan WhatsApp saat pelaksanaan upacara pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Seorang guru, Subekhi, mengatakan pesan itu diterima saat upacara berlangsung sehingga guru berupaya menenangkan siswa dan menjaga ketertiban sambil melaporkan kejadian ke pihak setempat.
Penyisiran dan Evakuasi
Menurut Subekhi, sekolah segera melapor kepada ketua RT dan kepolisian. “Sambil itu saya melapor kepada ketua RT dan Polsek. Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas,” ujarnya.
Para siswa dan guru dievakuasi ke luar gedung sekolah sebelum dipulangkan. Tim penjinak bom (Jibom) Gegana dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di berbagai sudut bangunan. Petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI juga dikerahkan untuk berjaga di sekitar lokasi.
Polisi menerima laporan terkait ancaman itu pada pukul 07.30 WIB. Isi pesan yang beredar menyebutkan adanya bom di beberapa titik di lingkungan sekolah, dan pesan itu diterima oleh pegawai tata usaha (TU) serta guru kelas 1.
Identitas Pengirim Dikantongi
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyatakan penyisiran telah selesai dilakukan dan kepolisian sudah mengantongi identitas pengirim ancaman.
“Dari identitasnya kita sudah kantongi. Jadi kita sudah mencari, kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti, untuk pelaku. Tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu,”
Nurma menambahkan pelaku mengaku menyiapkan 11 titik bom dalam pesannya. “Iya, jadi untuk terornya sendiri isinya yang jelas dia meneror. Untuk berapa menit dia nanti memberikan 11 titik ya di SD sini,” ujarnya.
Setelah evakuasi dan pulangnya siswa serta guru dari area sekolah, pihak sekolah masih menunggu informasi lebih lanjut dari aparat berwenang.
Ikuti Berita7.co.id
