— Sekolah dasar di Jagakarsa, Jakarta Selatan, membubarkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setelah menerima ancaman bom yang dikirim lewat pesan WhatsApp kepada guru dan petugas tata usaha.

Polisi segera datang ke lokasi dan mengevakuasi para siswa. Orang tua yang panik kemudian menjemput anaknya setelah situasi dikendalikan.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan melakukan langkah pengamanan di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Tim Khusus Diterjunkan

Tim Gegana bersama Densus 88 Antiteror dikerahkan untuk menyisir sejumlah ruang kelas dan sudut sekolah. Dari proses penyisiran yang berlangsung, aparat tidak menemukan bahan peledak atau benda mencurigakan.

“Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” ujar Kompol Nurma Dewi saat dihubungi, Senin (13/7).

Evakuasi Siswa dan Penjelasan Kepada Orang Tua

Dalam video yang beredar, terlihat para siswa dikumpulkan di lapangan sekolah sebelum akhirnya dibubarkan. Petugas kepolisian berusaha menenangkan dan memberi penjelasan kepada orang tua yang khawatir.

“Orang tua siswa juga pada panik. Saat ini siswa sudah pulang,” kata Kompol Nurma Dewi.

Waktu Pelaporan Ancaman

Menurut keterangan kepolisian, laporan mengenai ancaman diterima sekitar pukul 07.30 WIB. Pesan itu baru diketahui saat upacara hari pertama sekolah selesai, sehingga petugas segera bergerak ke lokasi bersama camat dan lurah setempat.