Berita7.co.id — Sebuah pesan ancaman bom diterima pihak SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, saat siswa dan guru tengah melaksanakan upacara pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Mendapati pesan itu, sekolah segera mengevakuasi anak-anak keluar dari lingkungan sekolah.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyatakan lapor diterima sekitar pukul 07.30 WIB ketika peserta upacara sudah berlangsung. “Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya kita langsung datang semuanya Camat, Lurah,” ujarnya.
Ancaman Dikirimkan Secara Pribadi
Menurut keterangan, ancaman bom dikirimkan melalui pesan pribadi (japri) kepada guru-guru dan petugas tata usaha sekolah. Menyusul laporan tersebut, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi dan mengarahkan evakuasi siswa.
“Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” kata Kompol Nurma Dewi.
Penelusuran Tim Khusus
Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror dikerahkan untuk melakukan penelusuran di area sekolah. Hingga pemeriksaan awal, tidak ditemukan benda mencurigakan.
“Nihil tapi masih disisir, lagi disisir,” kata Kapolsek mengenai hasil penelusuran.
Ikuti Berita7.co.id
