Berita7 — Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari 120,9 pada Mei 2026. Meski mengalami penurunan, level 117,8 masih menunjukkan keyakinan konsumen berada pada kategori optimis.
“Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 yang berada pada level optimis sebesar 117,8,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.
Rinci Berdasarkan Kelompok
Berdasarkan kelompok pengeluaran, seluruh kelompok tetap mencatatkan keyakinan di zona optimis. Responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta mencatat IKK tertinggi sebesar 121,4.
Berdasarkan usia, semua kelompok umur juga menunjukkan optimism; kelompok usia 20-30 tahun mencatat IKK tertinggi yaitu 124,3.
Perkembangan Spasial dan IKE
Secara spasial, penurunan IKK terbesar tercatat di Makassar, Banten, dan Medan, sementara beberapa kota lainnya justru mengalami kenaikan.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) juga turun menjadi 109,2 pada Juni 2026, dari 112,2 pada bulan sebelumnya.
Kondisi IKE pada bulan ini disokong oleh beberapa subindeks, yakni Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) 119,8, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) 101,8, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) 105,9. Ketiganya lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat 123,2; 105,0; dan 108,3.
Penurunan IKE terjadi terutama di Makassar, Banten, dan Medan. Sebaliknya, beberapa kota mencatat peningkatan IKE, termasuk Mataram, Padang, dan Palembang.
Indeks Pembelian Barang Tahan Lama
Dari sisi pengeluaran, IPDG berada pada level optimis di sebagian besar kelompok pengeluaran. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta, meski turun menjadi 108,8.
Berdasarkan usia, IPDG tertinggi tercatat pada kelompok 20-30 tahun sebesar 114,0, diikuti kelompok 31-40 tahun sebesar 110,5.
Ekspektasi Konsumen
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan tetap kuat. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juni 2026 tercatat 126,4, turun dari 129,7 pada bulan sebelumnya.
Kekuatan IEK bersumber dari optimisme pada ekspektasi penghasilan (133,6), ekspektasi ketersediaan lapangan kerja (124,4), dan ekspektasi kegiatan usaha (121,2).
Secara spasial, sebagian besar kota mencatat penurunan IEK, dengan penurunan terbesar di Padang, Bandar Lampung, dan Medan. Namun beberapa kota lain mencatatkan kenaikan IEK.
Proporsi Pendapatan: Konsumsi, Cicilan, dan Tabungan
Pada Juni 2026, rata-rata proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat 73,0%, naik dari 72,3% pada bulan sebelumnya. Proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) tercatat 10,0%, relatif stabil dibandingkan 10,2% pada bulan sebelumnya.
Proporsi pendapatan yang ditabung (saving to income ratio) turun menjadi 17,0% dari 17,5%.
Proporsi konsumsi terhadap pendapatan meningkat pada kelompok pengeluaran Rp 2,1-3 juta (75,2%), Rp 4,1-5 juta (71,8%), dan di atas Rp 5 juta (70,9%). Sementara itu, porsi pendapatan yang ditabung menurun pada kelompok pengeluaran Rp 2,1-3 juta (15,6%) dan Rp 4,1-5 juta (16,9%).
Ikuti Berita7
