Pandeglang dilanda banjir hebat yang merendam 12 kecamatan akibat curah hujan tinggi sejak awal tahun 2026. Kondisi ini memaksa para siswa di wilayah terdampak untuk beralih ke sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) demi kelangsungan pendidikan.
Pembelajaran Daring Ganti Tatap Muka
Sekretaris Dinas Pendidikan Pandeglang, Nono Suparno, mengonfirmasi bahwa kebijakan ini diambil bukan karena libur, melainkan sebagai adaptasi terhadap kondisi cuaca yang belum bersahabat. “Bukan diliburkan, akan tetapi belajar daring karena cuaca belum bersahabat,” ujar Nono saat dikonfirmasi pada Kamis (15/1/2026).
Langkah ini diambil mengingat sejumlah sekolah dilaporkan terendam banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tidak memungkinkan. Nono belum dapat memastikan hingga kapan sistem pembelajaran daring ini akan diberlakukan, menunggu situasi banjir membaik.
Tiga Sekolah di Pagelaran Terendam Akibat Luapan Sungai
Di Kecamatan Pagelaran, Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, Oyok Citra Kusuma, melaporkan bahwa tiga sekolah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cilemer. Fasilitas sekolah yang tergenang air membuat kegiatan KBM tidak dapat dilaksanakan di lokasi.
“Karena sekolah terdampak banjir, siswa belajar di rumah, baik melalui Zoom maupun penugasan proyek learning, sambil siaga dan menunggu banjir surut,” jelas Oyok.
SDN 4 Pagelaran Jadi Tempat Pengungsian
Kepala SDN 4 Pagelaran, D Suriyati, menambahkan bahwa halaman sekolahnya terendam banjir. Lebih memprihatinkan lagi, ruang kelas sekolah terpaksa digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga yang terdampak banjir.
“Siswa belajar daring. Sekolah sampai saat ini dipakai tempat mengungsi,” ungkap D Suriyati.






