Banjir merendam empat desa di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (6/2/2026). Peristiwa ini berdampak pada 770 Kepala Keluarga atau sekitar 920 jiwa.
Penyebab Banjir
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Cirebon menjadi pemicu utama banjir. Selain itu, luapan air dari Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik turut memperparah kondisi.
Dampak Banjir
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko, menjelaskan bahwa luapan air telah memasuki permukiman warga. Wilayah yang terendam banjir meliputi Kecamatan Kedawung dan Kecamatan Gunungjati.
Ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 150 cm (1,5 meter). Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, kantor pemerintah, tempat ibadah, dan tempat usaha.
Faktor Pendukung Genangan
Hadi Eko menambahkan, tingginya sedimentasi di sungai serta sistem drainase yang kurang optimal menjadi faktor penyebab genangan meluas dengan cepat di kawasan padat penduduk. “Sedimentasi sungai yang tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal membuat air sulit mengalir, sehingga genangan meluas dengan cepat di kawasan padat penduduk,” ujar Hadi Eko saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/2/2026).






