Pemerintah Provinsi Bali merancang kebijakan baru yang akan diterapkan mulai tahun 2026 untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Pulau Dewata. Salah satu langkah signifikan adalah pemeriksaan rekening tabungan wisman untuk memastikan kualitas pariwisata.
Pengecekan Rekening dan Aktivitas Wisman
Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa aspek penting dalam mewujudkan pariwisata berkualitas adalah dengan memperhatikan kondisi finansial wisatawan. “Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan,” ujar Koster di Gianyar, Jumat (2/1/2026), dilansir dari Antara.
Selain memeriksa riwayat tabungan, kebijakan baru ini juga mencakup pengecekan durasi tinggal yang direncanakan oleh setiap turis asing yang akan memasuki Bali. Pihak berwenang juga akan meninjau aktivitas yang hendak dilakukan selama kunjungan. “Ini supaya terkontrol semua, seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain, dengan kebijakan negara lain seperti itu kita akan melakukan hal yang sama,” jelas Koster.
Tingkat Kunjungan Tertinggi Pasca-Pandemi
Sebelumnya, Koster memaparkan data kunjungan wisman sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 7,050 juta orang datang melalui jalur udara dan 71 ribu orang melalui jalur laut. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah kepariwisataan Bali, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sejak pandemi COVID-19 mereda.
“Semua dikerahkan supaya orang mau datang ke Bali, itulah yang berlangsung sekarang jadilah dia (wisman) keenakan, nah ini harus kita atasi dan mengatasi tidak bisa sehari dua hari, perlu kesabaran,” ungkap Koster.
Fokus pada Pariwisata Berkualitas
Pemprov Bali menyadari adanya berbagai persoalan yang kerap dikeluhkan wisatawan, seperti masalah sampah dan kemacetan. Menanggapi hal tersebut, Koster menegaskan fokusnya pada tahun ini adalah memastikan terciptanya pariwisata yang berkualitas, bukan semata-mata kuantitas.
“Ke depan ini kita akan mulai mengarah kepada pariwisata berkualitas, jadi tidak secara jumlah semata, tapi yang berkualitas yang dirancang melalui peraturan daerah itu tata kelola kepariwisataan,” ucapnya.
Sebelumnya, tercatat 1,4 juta orang mengunjungi Tanah Lot Bali sepanjang tahun 2025.






