— Jakarta — Tiga pekerja tewas dalam kecelakaan kerja di sebuah gorong-gorong di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Insiden terjadi pada Kamis (9/7) dan proses evakuasi oleh petugas pemadam kebakaran berlangsung sejak pukul 09.49 WIB hingga 11.55 WIB.

Menurut keterangan petugas, ketiga korban merupakan pekerja subkontraktor yang sedang menjalankan tugas di lokasi proyek. Salah satu korban adalah warga negara asing (WNA).

Kronologi Peristiwa

Petugas Damkar menerima laporan keadaan darurat pagi hari dan mengevakuasi ketiga korban dari dalam gorong-gorong. “Korban berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong dan petugas aman,” kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Abdul Wahid.

Awalnya satu pekerja dilaporkan tak sadarkan diri setelah masuk ke dalam gorong-gorong. Rekan-rekannya berusaha menolong bergantian, namun masing-masing kemudian juga pingsan sehingga total ada tiga korban yang meninggal dunia.

Saksi dan Kondisi di Lokasi

Saksi mata, Febri (31), mengatakan dua pekerja masuk berurutan untuk menolong rekan yang pertama tak merespons. “Satu orang masuk. Dipanggil tidak menyahut, jadinya temennya ikut masuk, masuk mau menolong,” ujarnya.

Febri menuturkan WNA yang diduga mandor sempat berteriak minta tolong karena tidak mendapat jawaban dari dalam gorong-gorong. Warga sekitar kebingungan berkomunikasi karena perbedaan bahasa.

“Sudah dibilang, ‘Pak, sudah cukup satu saja yang masuk. Jangan masuk lagi.’ Tapi dia tetap nekat. Mungkin mikirnya dia penanggung jawab, mandor,” kata Febri. Ia menambahkan WNA tersebut sempat berteriak satu kali dari dalam sebelum akhirnya tak terdengar lagi suaranya.

Febri juga mengungkapkan bahwa beberapa jam sebelum kejadian, penutup gorong-gorong sempat dibuka dan dibiarkan terbuka. Ia mencium bau menyengat diduga gas berbahaya dari lubang sebelum pekerjaan dilanjutkan. Menurut saksi, pekerja menunggu untuk memberikan waktu agar gas keluar.

Respons Pemerintah Daerah dan PAM Jaya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membenarkan ada tiga korban dan menyatakan satu di antaranya merupakan WNA. Ia menegaskan peristiwa itu terjadi saat subkontraktor menjalankan pekerjaan, bukan di lingkungan operasional PAM Jaya.

PT PAM Jaya menyatakan berduka dan akan meminta pertanggungjawaban mitra pelaksana proyek, PT Moya Indonesia. Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, mengatakan pihaknya telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh dan melakukan investigasi bersama untuk mengungkap penyebab insiden.

“Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi,” ujar Prasetyo. Ia menambahkan PAM Jaya akan memberikan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia serta menempuh langkah tegas sesuai perjanjian kerja sama.

Pernyataan PT Moya Indonesia

PT Moya Indonesia menyatakan akan mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara menyeluruh. Perusahaan menjelaskan proyek yang dikerjakan merupakan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih.

Dalam keterangan tertulis, PT Moya menegaskan keselamatan kerja menjadi prioritas dan berkomitmen memperkuat standar keselamatan serta memastikan seluruh pekerjaan sesuai prosedur yang berlaku.

PAM Jaya juga meminta PT Moya menyelesaikan seluruh tanggung jawab kepada para korban dan keluarga sesuai ketentuan yang berlaku sambil menunggu hasil investigasi bersama pihak terkait.