Berita7.co.id — Aroma telur asin baru matang dan bunyi alat tenun memenuhi Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (4/7). Di ruang pemberdayaan itu, para penyandang disabilitas sibuk menganyam tas, mengolah serabut kelapa, atau mengemas produk usaha kecil yang mereka jalankan.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, yang meninjau kegiatan produksi dan memberikan motivasi kepada penerima manfaat serta keluarga pendamping.
Fatma menyempatkan diri mendatangi Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras binaan Puskesmas Dukuhklopo. Bersama Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito, tempat ini menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas psikososial untuk mendapatkan rehabilitasi sosial, terapi, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha mandiri.
Di Poskeswa, mereka disebut dengan istilah “para tersayang”—akronim dari “Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang”—yang menurut Fatma mengingatkan pentingnya perhatian, penerimaan, dan kasih sayang bagi orang yang sedang menghadapi masalah kesehatan jiwa.
“Bagi saya, sebutan itu mengingatkan kita semua bahwa setiap orang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan penerimaan, terutama ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya,”
“Mereka adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak setara untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat,”
Fatma menekankan bahwa istilah tersebut tidak sekadar julukan, melainkan pengingat agar tidak ada warga yang terabaikan karena kondisi kesehatan jiwa atau disabilitas. Ia menyatakan bangga karena proses pemulihan di Poskeswa melampaui pengobatan medis dengan pendekatan yang lebih komprehensif.
Dukungan ATENSI dan Bentuk Bantuan
Melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), Kementerian Sosial mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, bantuan kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi. Dalam rangka itu, DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan senilai Rp82.496.521 kepada 22 penerima manfaat—21 penyandang disabilitas dan satu kelompok rentan.
Rincian bantuan yang disalurkan meliputi alat bantu aksesibilitas: dua unit kursi roda standar, satu unit kursi roda adaptif untuk penyandang cerebral palsy, dan empat unit sepeda adaptif. Selain itu, ada bantuan kewirausahaan untuk 15 penerima yang disesuaikan dengan potensi masing-masing.
Bantuan modal usaha diarahkan ke berbagai jenis usaha peserta, antara lain tambal ban, warung makan/kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel dan jaranan, serta penjualan pakaian.
Program Pendukung Lainnya
Selain penyerahan bantuan dan peninjauan ruang produksi, rangkaian kegiatan bakti sosial menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sekitar 100 peserta, termasuk kader Posyandu, memanfaatkan layanan tersebut.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Penasihat dan Ketua DWP Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang, serta perwakilan Kementerian Sosial. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat disebut sebagai kunci membuka ruang bagi kelompok rentan untuk bangkit dan berdaya.
Ikuti Berita7.co.id
