Jakarta – Sikap tidak senang saat ditarik keluar lapangan kembali ditunjukkan oleh pemain muda Real Madrid. Kali ini giliran Arda Guler yang menunjukkan ekspresi kekecewaan setelah digantikan dalam lanjutan Liga Champions melawan Benfica, Kamis (29/1/2026).
Kekalahan Real Madrid dan Kekecewaan Guler
Pertandingan yang digelar di kandang Benfica tersebut berakhir dengan skor 2-4 untuk kemenangan tuan rumah. Kekalahan ini membuat Real Madrid harus puas berada di posisi kesembilan klasemen sementara, sehingga mereka harus berjuang melalui babak playoff untuk bisa melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Arda Guler sendiri tampil sebagai starter dalam laga tersebut. Pemain muda asal Turki ini menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, bahkan berhasil mencatatkan satu assist. Ia juga melepaskan dua tembakan, di mana salah satunya mengarah tepat ke gawang Benfica.
Namun, pada menit ke-79, Guler harus keluar lapangan dan digantikan oleh Brahim Diaz. Momen pergantian pemain inilah yang memicu kekecewaan Guler. Melalui rekaman kamera, ia terlihat melontarkan ucapan, “always me” yang berarti “selalu saya”. Guler keluar lapangan melalui garis terdekat, menunjukkan ketidakpuasannya atas keputusan pelatih.
Rotasi Pemain dan Sikap Pemain
Insiden ini mengingatkan pada kejadian serupa yang kerap dilakukan oleh Vinicius Jr di era kepelatihan Xabi Alonso. Real Madrid memang dikenal memiliki kedalaman skuad yang luar biasa di lini serang. Baik Alonso maupun pelatih saat ini, Alvaro Arbeloa, kerap melakukan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran dan memberikan kesempatan bermain bagi seluruh pemain.
Meskipun demikian, Arbeloa dilaporkan tidak terlalu ambil pusing dengan ekspresi kekecewaan Guler. Menurut laporan dari Tribuna, Arbeloa enggan memperpanjang masalah dan tidak ingin menciptakan drama internal terkait penggantian pemain mudanya tersebut.






