Pelatih Napoli, Antonio Conte, melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah pelatih muda di era sepak bola modern. Menurutnya, banyak di antara mereka memiliki sikap arogan dan cenderung menyalahkan pemain, alih-alih memberikan pembinaan yang tepat. Pernyataan ini mengemuka saat Conte membahas perkembangan striker muda Napoli, Rasmus Hojlund, yang tampil impresif di bawah asuhannya.
Conte: Pelatih Muda Arogan dan Tak Mau Beradaptasi
Conte secara tidak langsung diduga menyindir mantan manajer Manchester United, Ruben Amorim, yang dinilai tidak mampu memaksimalkan potensi Hojlund. Musim lalu, Hojlund hanya mampu mencetak 10 gol dan empat assist dalam 52 penampilan bersama MU. Ia kemudian dipinjamkan ke Napoli pada musim ini, setelah Amorim memutuskan merekrut tiga penyerang baru di bursa transfer.
Di bawah arahan Conte, performa Hojlund menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga kini, striker muda Denmark tersebut telah mengemas sembilan gol dan tiga assist dalam 25 pertandingan bersama Napoli. Klubnya pun berhasil meraih gelar Piala Super Italia pada Desember lalu.
“Sejumlah pelatih muda saat ini arogan dan tidak mau beradaptasi. Mereka melihat seorang striker muda kesulitan, dan alih-alih melatihnya, mereka malah menyalahkannya,” ujar Conte, seperti dikutip dari ESPN. Ia menambahkan, “Mereka selalu mengeluh dan menyalahkan semua orang kecuali diri mereka sendiri, karena mereka selalu diberikan kemudahan.”
Perkembangan Hojlund di Napoli
Conte juga menyoroti pentingnya Hojlund bagi Napoli. Ia menyatakan bahwa klub wajib mempermanenkan status Hojlund jika berhasil lolos ke Liga Champions musim depan. Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Conte sedang mengkritik keputusan Amorim yang tidak memberikan kepercayaan penuh kepada Hojlund.
Ruben Amorim sendiri telah dipecat oleh Manchester United pada awal bulan ini, menyisakan kontrak hingga 2027. Posisi manajer kemudian diisi oleh Michael Carrick hingga akhir musim, setelah Darren Fletcher sempat menjabat sebagai caretaker selama dua laga.






