Selebriti

Aktor Adly Fairuz Digugat Rp 5 Miliar, Diduga Gunakan Nama ‘Jenderal’ untuk Tipu Calon Akpol

Advertisement

Jakarta – Aktor Adly Fairuz menghadapi gugatan perdata senilai hampir Rp 5 miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia dituding terlibat dalam dugaan penipuan penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol).

Kronologi Dugaan Penipuan

Kuasa hukum penggugat, Farly Lumopa, membeberkan kronologi dugaan penipuan yang dialami kliennya, Abdul Hadi. Abdul Hadi diduga telah menyetorkan uang sebesar Rp 3,65 miliar demi anaknya bisa lolos seleksi Akpol pada tahun 2023 dan 2024.

Farly Lumopa menceritakan, awalnya kliennya diberitahu bahwa uang tersebut akan diserahkan kepada seorang ‘Jenderal Ahmad’. “Saya sempat kaget dan selidiki siapa Jenderal Ahmad ini. Karena sebagai anggota keluarga besar Polri, saya banyak kenal di lingkungan itu, tapi nama tersebut asing,” ujar Farly Lumopa saat ditemui di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

Identitas ‘Jenderal Ahmad’ Terungkap

Rasa penasaran Farly Lumopa terjawab saat ia meminta dipertemukan langsung dengan ‘Jenderal Ahmad’. Pertemuan tersebut digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

“Begitu saya ketemu, saya tanya ke perantaranya (Agung Wahyono), ‘Mana Jenderal Ahmadnya?’ Ternyata yang ditunjuk malah Adly Fairuz. ‘Loh, ini kan artis, mana Jenderalnya?’. Ternyata Ahmad itu diambil dari nama lengkap dia, Ahmad Adly Fairuz,” beber Farly Lumopa.

Penggunaan sebutan ‘Jenderal’ diduga sengaja dilakukan untuk meyakinkan korban bahwa Adly Fairuz memiliki akses di institusi kepolisian. Ditambah lagi, Adly Fairuz disebut sempat mengklaim memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu mantan pejabat tertinggi di Indonesia. Hal ini membuat korban semakin percaya dan tidak ragu menggelontorkan dana miliaran rupiah.

Advertisement

Kesepakatan Damai Gagal

Meskipun sempat ada kesepakatan damai di hadapan notaris untuk mengembalikan uang dengan skema cicilan Rp 500 juta per bulan, Adly Fairuz disebut hanya membayar satu kali dan kemudian menghilang.

“Hanya bayar sekali di awal tahun 2025, setelah itu hilang. PHP terus, bawa-bawa nama agama kalau ditagih, tapi tidak ada itikad baik,” tegas Farly Lumopa.

Proses Hukum Berlanjut

Kasus ini bermula pada awal 2023 saat Abdul Hadi, melalui perantara bernama Agung Wahyono, diperkenalkan kepada Adly Fairuz. Adly Fairuz diklaim bisa membantu meloloskan anak Abdul Hadi masuk ke Akpol. Korban menyetorkan uang total Rp 3,65 miliar.

Setelah anak korban gagal masuk Akpol pada 2023 dan 2024, pihak Adly Fairuz menandatangani akta notaris pada 2025 untuk mengembalikan dana tersebut. Namun, karena hanya dibayar Rp 500 juta dan sisanya menunggak, Abdul Hadi melayangkan gugatan perdata wanprestasi sebesar hampir Rp 5 miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Januari 2026.

Selain gugatan perdata, kasus ini juga dilaporkan secara pidana ke Polres Metro Jakarta Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan. Hingga berita ini diturunkan, Adly Fairuz belum memberikan respons terkait dugaan yang menyeret namanya. Pihak media juga telah mencoba menghubungi Adly Fairuz namun belum mendapatkan tanggapan.

Advertisement