Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada protein pada tahun 2026. Pemerintah berencana merealisasikan target ini melalui berbagai program strategis, termasuk pembangunan kampung nelayan dan pengembangan budidaya bioflok.
Kejar Swasembada Protein
“Kalau kemarin swasembada beras, karbohidrat, maka tahun ini kita harus kejar swasembada protein. Maka kita akan membangun kampung nelayan, bioflok, dan lain-lain,” ujar Zulhas pada Sabtu (7/2/2026).
Menurut Zulhas, sektor pangan memiliki kaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat luas, khususnya kelompok ekonomi bawah yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. “Pangan itu pertanian, peternakan, nelayan, 30% rakyat yang paling bawah ada di situ. Jadi tugas sangat mulia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai program besar di sektor pangan, termasuk penguatan produksi protein dan pelaksanaan program makan bergizi, memerlukan waktu yang panjang dan tidak dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu lima tahun. “Belum makan bergizi, tahun ini kita akan memberikan ke 82,9 juta orang. Tentu tidak cukup 5 tahun,” tuturnya.
Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadan
Selain mengejar swasembada protein, Zulhas menegaskan bahwa pihaknya juga memfokuskan upaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan. Ia mengaku secara rutin melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan ketersediaan stok dan pengendalian harga, termasuk melalui pelaksanaan operasi pasar murah.
“Menyambut bulan suci Ramadan, tentu pangan ya. Presiden selalu memerintahkan harga-harga tidak boleh naik, kalau turun boleh. Nah itu tidak mudah memang. Ya, turun boleh tapi naik tidak boleh,” imbuhnya.






