Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan pembelaan terhadap penyerang andalannya, Erling Haaland. Meskipun performa Haaland tengah mengalami penurunan di awal tahun 2026, Guardiola menegaskan bahwa bomber asal Norwegia itu tetap merupakan striker terbaik di dunia dan masih menjadi andalan timnya.
Performa Menurun, Spekulasi Muncul
Performa Erling Haaland di awal tahun ini memang menunjukkan penurunan. Ia baru mencetak dua gol dalam 11 penampilan di semua kompetisi pada tahun 2026. Khusus di Liga Inggris, gol terakhir yang ia cetak dari skema open-play terjadi saat Manchester City mengalahkan West Ham United pada 20 Desember 2025.
Menjelang laga krusial menghadapi tuan rumah Liverpool pada Minggu (8/2/2026) pukul 23.30 WIB, spekulasi pun beredar mengenai kemungkinan Guardiola mencadangkan Haaland. Posisi Haaland disebut-sebut akan digantikan oleh Omar Marmoush, penyerang asal Mesir yang sedang dalam performa apik setelah pulang dari Piala Afrika. Marmoush telah mencetak tiga gol dalam lima laga terakhirnya, termasuk dua gol saat menumbangkan Newcastle United di leg kedua semifinal Carabao Cup pada Rabu (4/2).
Guardiola Tetap Percaya Penuh
Namun, Pep Guardiola dengan tegas membela Haaland. “Erling adalah striker terbaik di dunia,” ujar Guardiola pada Jumat (6/2), seperti dikutip dari ESPN. Ketika ditanya apakah hal tersebut berarti Haaland akan menjadi starter di Anfield pada akhir pekan ini, Guardiola tidak memberikan kepastian. Ia justru kembali menegaskan keyakinannya pada sang pemain.
“Saya tak tahu, tapi saya selalu bilang Erling adalah yang terbaik,” tegasnya.
Ambisi Manchester City di Anfield
Manchester City sangat membutuhkan kemenangan atas Liverpool untuk terus menekan Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris. Saat ini, City berada di posisi kedua dengan 47 poin dari 24 laga, tertinggal enam poin dari Arsenal.
Namun, rekor Guardiola di Anfield selama menukangi Manchester City terbilang buruk. Ia hanya pernah meraih satu kemenangan di sana, yaitu pada Februari 2021 dengan skor 4-1. Menariknya, laga tersebut digelar tanpa penonton karena pandemi COVID-19.






