— Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung pembangunan Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, kemarin.

Dalam kunjungan itu, rombongan menerima paparan tentang perkembangan proyek, mulai dari kondisi eksisting, tantangan teknis, hingga desain jembatan baru yang diproyeksikan menjadi akses utama bagi masyarakat pesisir Kecamatan Way Bungur.

Rencana Teknis dan Anggaran

Berdasarkan paparan teknis, Jembatan Way Bungur akan menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir dengan panjang trase sekitar 764 meter. Pembangunan direncanakan berlangsung selama 18 bulan dengan nilai investasi mencapai Rp96,8 miliar.

“Jembatan baru tersebut dirancang menggunakan bentang utama rangka baja sepanjang 80 meter, didukung konstruksi pile slab sepanjang 550 meter, MSE Wall 114 meter, PC-I Girder 20 meter, serta RBI sepanjang 80 meter. Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap penyelesaian administrasi, meliputi pembebasan lahan dan perizinan lingkungan,” tulis keterangan resmi Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Kamis (16/7/2026).

Alasan Penggantian Jembatan Lama

Pembangunan jembatan baru dimaksudkan untuk mengatasi berbagai persoalan pada jembatan lama. Kondisi eksisting menunjukkan kerusakan pada timbunan oprit, struktur yang tidak lagi simetris, serta keterbatasan kapasitas yang menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Peninjauan Lapangan

Pemeriksaan lokasi oleh Wapres dan rombongan dilakukan dari darat dan perairan. Gibran menaiki perahu menyusuri aliran Way Bungur untuk melihat posisi trase jembatan, kondisi sungai, serta kesiapan lokasi pembangunan dari sisi perairan.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan Jembatan Way Bungur penting karena selain menjadi infrastruktur fisik juga membuka akses ekonomi baru bagi warga. Kehadiran jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas, memangkas waktu tempuh antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan perdagangan.

Pembangunan infrastruktur terintegrasi menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung visi pembangunan daerah, yaitu menciptakan konektivitas yang lebih baik antarwilayah agar potensi ekonomi lokal berkembang optimal dan merata.

“Melalui dukungan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan Jembatan Way Bungur, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis konektivitas di kawasan timur Lampung akan semakin kuat. Infrastruktur ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya saing daerah, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan,” tutup keterangan resmi Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.

Sebagai informasi, pada kegiatan ini Wapres turut didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung, Pangdam II/Sriwijaya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.