— BOGOR – Seorang perempuan berusia 49 tahun meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan pengajian di sebuah gedung di Kecamatan Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Pihak kepolisian membantah informasi yang menyebutkan kejadian tersebut disebabkan oleh desak-desakan jemaah.

Rekaman video yang beredar menunjukkan kondisi gedung yang dipenuhi oleh jemaah, mayoritas perempuan, yang mencoba masuk ke dalam. Terlihat mereka berdesakan di area pintu masuk, bahkan ada yang terimpit satu sama lain, menciptakan suasana yang riuh.

Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto menjelaskan bahwa korban memang hadir dalam pengajian tersebut. Namun, ia membantah keras kabar yang mengaitkan kematian korban dengan kondisi berdesak-desakan.

“Kemarin kita telusuri memang ibu ini punya riwayat riwayat sakit. Nah itu kemarin kan ada salah satu yang udah konfirmasi apa ke keluarga gitu yang berkunjung ke keluarganya,” kata Maryanto, saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/7/2026).

Pengajian tersebut seharusnya dijadwalkan pada siang hari, bukan subuh seperti yang terjadi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 04.00 WIB. “Kan harusnya pengajian itu kan kalau kemarin pengajian itu kan dimulai jam 09.00 WIB-an jadinya kan,” ujarnya.

Maryanto menambahkan, banyak jemaah yang sudah berdatangan sejak Kamis malam dan menginap di lokasi untuk menantikan kedatangan penceramah.

“Jadi jemaah itu sebenarnya banyak yang ya pada nginep lah sebagian kan gitu. Nah, jadi anggota saya pun juga dari sore, dari sore juga udah stand by. Cuman kan stand by-nya di luar gitu di depan pintu itulah mengawasi aja kan gitu,” ungkapnya.

Meskipun demikian, antusiasme jemaah yang hadir, termasuk yang datang dari luar daerah, diduga tak terbendung. Awalnya, korban sempat pingsan dan segera mendapatkan penanganan.

“Saya dapat informasi dari anggota saya kan, ada kemudian ada yang pingsan gitu. Ya udah koordinasi cepet sama sama tim atau sama panitia. Ternyata sudah sama panitia dan sama dokter apa dokter di situ, dokter panitia,” bebernya.

Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Nah dari Leuwiliang masuk IGD dari ini kena tangani sama tim medis dinyatakan itu sudah meninggal. Informasi seperti itu kejadiannya,” sebutnya.

Pihak keluarga juga menyebutkan bahwa korban dalam kondisi kurang sehat sebelum berangkat ke pengajian. Namun, Maryanto memastikan bahwa kapasitas gedung tersebut sudah sesuai dengan jumlah jemaah yang hadir.

“Sebenarnya kapasitas sih aman sih, kapasitasnya kan aman itu di dalam aman karena kan sampai luar juga itu sampai siang itu kan kita pantau juga sampai beres itu,” pungkasnya.