Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menyatakan menghormati keputusan sejumlah kadernya yang memilih untuk pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menegaskan bahwa partai tidak bisa menahan pilihan politik individu.
NasDem Menjaga Kenyamanan Kader
“Ya, itu kan hak dan pilihan masing-masing dan tentu kita menghormati pilihan politik masing-masing,” ujar Saan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Saan menjelaskan bahwa NasDem berupaya menjaga kenyamanan seluruh kadernya. Namun, jika ada kader yang memiliki pilihan lain dengan berbagai alasan, partai tidak dapat menahan mereka.
“NasDem tetap memberikan kenyamanan gitu ya bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga nggak bisa apa menahan, tapi kita tetap menghargai pilihan,” tuturnya.
Pergantian Struktur Partai
Sejumlah kader NasDem dilaporkan telah bergabung dengan PSI, termasuk Bestari Barus dan Ahmad Ali. Terbaru, Rusdi Masse dikabarkan akan segera menyusul. Saan Mustopa mengonfirmasi bahwa posisi Rusdi Masse di DPW NasDem Sulawesi Selatan telah digantikan oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang kini menjabat sebagai Ketua DPW NasDem.
“Jadi Bupati Sidrap, yang sebelumnya Sekretaris DPW, Syaharuddin Arif ya, itu sudah menjadi Ketua DPW,” jelas Saan. Mengenai penggantian posisi Rusdi Masse di DPR, NasDem masih belum mengambil keputusan.
Ahmad Ali Disebut Jadi Magnet PSI
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menilai bahwa sosok Ahmad Ali menjadi salah satu daya tarik bagi sejumlah kader NasDem untuk bergabung ke PSI. Menurut Bestari, pengalaman politik Ahmad Ali sebagai tokoh senior tidak dapat dipungkiri menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
“Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu . Kemudian menginspirasi banyak pihak,” kata Bestari saat dihubungi, Minggu (25/1).






