Bournemouth – Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui bahwa kondisi angin kencang menjadi faktor utama di balik gol pembuka yang dicetak Bournemouth dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-3 untuk keunggulan tuan rumah di Stadion Vitality, Sabtu (24/1/2026).
Liverpool Tertinggal Cepat
Pertandingan babak pertama berjalan timpang bagi tim tamu. Liverpool harus tertinggal dua gol dalam kurun waktu 33 menit. Evanilson berhasil membuka keunggulan bagi Bournemouth, sebelum Alejandro Jimenez menggandakan skor.
Virgil van Dijk sempat memperkecil ketertinggalan Liverpool jelang jeda turun minum. Namun, semangat juang tim tamu kembali terangkat berkat gol penyeimbang dari Dominik Szoboszlai pada menit ke-80. Sayangnya, kebahagiaan Liverpool tak berlangsung lama. Amine Adli memastikan kemenangan Bournemouth lewat golnya di akhir masa injury time.
Van Dijk Salahkan Angin
Sorotan tajam tertuju pada Virgil van Dijk pasca pertandingan. Bek asal Belanda ini dinilai gagal mengantisipasi umpan silang dari Alex Scott di dekat garis samping lapangan. Umpan tersebut berhasil dikonversi menjadi gol pertama oleh Jimenez.
“Gol pertama tadi sulit dinilai, anginnya sangat tidak menentu jadinya tadi sulit,” ujar Van Dijk kepada Sky Sports. Ia menambahkan, “Kebobolan karena itu bukanlah sebuah masalah, tapi memang enggak bagus. Kebobolan dua gol dalam waktu singkat sama sekali tidak bagus.”
Van Dijk juga menyoroti momen krusial lainnya. “Gol kami di half-time tadi sangat penting untuk momentum di babak kedua. Pada akhirnya, lemparan ke dalam itu yang membuat kami kalah,” pungkasnya.






