— TNI Angkatan Darat menyelenggarakan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 dalam kegiatan bertajuk Nobar Kebangsaan yang menjangkau 25.912 titik di seluruh jajaran. Total kehadiran mencapai 1.133.184 penonton.

Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dukungan itu diberikan untuk menghibur masyarakat sekaligus mendorong efek positif pada perekonomian.

“Kami dari TNI Angkatan Darat dengan senang hati dan bersyukur dapat mendukung penyiaran Piala Dunia sepak bola melalui TVRI sesuai keinginan Presiden untuk menghibur masyarakat, khususnya pecinta sepak bola, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Jumat (17/7/2026).

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menyambut kolaborasi dengan TNI AD dan menilai sinergi berbagai pihak memperluas manfaat penyelenggaraan Piala Dunia bagi masyarakat.

“TVRI menyambut baik berbagai bentuk kolaborasi dan kajian yang lahir selama penyelenggaraan Piala Dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia,” ujar Fiki.

Fiki menyatakan Nobar Kebangsaan yang digelar TNI AD merupakan bentuk dukungan terhadap penyiaran FIFA World Cup 2026 di Indonesia. Inisiatif ini berawal dari diskusi antara KSAD dan Direktur Utama TVRI dalam kegiatan olahraga bersama di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada Jumat (3/7).

Kajian KADIN dan Dampak Ekonomi

Selain penyelenggaraan nobar, TVRI menerima hasil kajian KADIN Indonesia yang memperkirakan penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp 5,03 triliun.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan Piala Dunia 2026 menunjukkan bagaimana ajang olahraga berskala global dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor dan memberi manfaat kepada pelaku usaha.

“Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah,” ujar Kukrit.

Kukrit merinci estimasi kontribusi ekonomi yang tercatat dalam kajian itu: sekitar Rp 1,76 triliun dari aktivitas promosi melalui iklan on-air, Rp 850 miliar dari kegiatan komersial off-air, serta sekitar Rp 2,4 triliun dari sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA). Laporan juga mencantumkan kontribusi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk Festival Rakyat 2026.

KADIN juga menilai penyelenggaraan FIFA World Cup mendorong investasi pelaku usaha pada perangkat televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, hingga fasilitas usaha makanan dan minuman yang berpotensi menciptakan multiplier effect (efek ganda) bagi perekonomian.

Temuan Survei Lokadata dan Dampak pada UMKM

Laporan menyertakan hasil survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7-13 Juli 2026. Survei menunjukkan rata-rata pengeluaran setiap individu yang mengikuti nobar mencapai sekitar Rp51 ribu per kegiatan.

Sejumlah besar pengeluaran digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data, serta kebutuhan pendukung lainnya, sehingga manfaat ekonominya turut dirasakan pelaku UMKM.

Survei yang sama juga menunjukkan 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran TVRI, sementara 73 persen menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi FIFA World Cup 2026. Menurut Fiki, berbagai data tersebut menjadi masukan penting bagi TVRI untuk terus meningkatkan kualitas layanan sebagai lembaga penyiaran publik.

Penutup: Festival Rakyat Bola Gembira

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, TVRI bersama TNI Angkatan Darat akan menggelar Festival Rakyat Bola Gembira di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 19 Juli 2026. Festival yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum ini akan menghadirkan nonton bareng partai final, konser musik, serta bazar UMKM yang melibatkan puluhan pelaku usaha lokal.