Berita

Tiga Perampok Motor yang Tembak Warga Palmerah Diringkus Polda Metro Jaya

Advertisement

Tiga pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi di Palmerah, Jakarta Barat, dan sempat menembak kaki seorang warga, kini telah berhasil diringkus oleh aparat kepolisian. Ketiga tersangka dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin (12/1/2026). Dua dari tiga pelaku terlihat berjalan pincang dengan perban melilit kaki mereka, sementara tangan mereka diikat dengan kabel ties merah. Mereka telah mengenakan seragam tahanan Polda Metro Jaya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa pencurian ini terjadi pada Rabu (7/1/2026) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, di Jalan Andong II, Palmerah, Jakarta Barat. Dua pelaku awalnya membobol sebuah sepeda motor yang terparkir di garasi rumah. Aksi mereka dipergoki oleh pemilik motor dan warga sekitar yang kemudian berusaha menggagalkan pencurian.

Salah satu pelaku sempat terjatuh saat dikejar warga. Dalam situasi yang mencekam, pelaku lain mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah warga yang mencoba menghentikan mereka. “Pada saat ada yang bantu, warga ketembak kakinya sama senjatanya itu, seperti itu,” ungkap Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora.

Pengejaran dan Penangkapan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Jatanras Polda Metro Jaya bersama dengan Polres dan Polsek setempat segera melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Setelah melalui proses pencarian, polisi berhasil menangkap para tersangka di lokasi yang berbeda.

Advertisement

Pelaku bernama Vebran Vernando (VV) berhasil ditangkap di sebuah homestay di Yogyakarta pada Jumat (9/1/2026). Pelaku lainnya, Robi Candra (RC), diringkus di Cimahi, Jawa Barat, pada Sabtu (10/1/2026) dini hari. Polisi juga mengamankan satu tersangka lain berinisial AN atau AA yang diduga terlibat dalam kasus ini, meskipun detail keterlibatannya masih dalam pendalaman.

“Para tersangka dibawa ke Subdit Umum Jatanras PMJ untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim pada Minggu (11/1/2026).

Advertisement