Berita

Tiga Ambulans di Semarang Jadi Korban Prank Debt Collector Pinjol, Pelaku Mengaku Kakak Pasien

Advertisement

Semarang – Tiga unit ambulans di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban aksi orderan fiktif yang diduga dilakukan oleh debt collector pinjaman online (pinjol). Aksi prank ini terekam video dan viral setelah diunggah oleh akun media sosial @informasi.semarang.

Kronologi Kejadian

Dalam video yang beredar, tampak tiga unit ambulans dan satu mobil pikap Lalamove berada di sepanjang jalan perumahan di Kecamatan Semarang Barat. Akun @informasi.semarang menuliskan, “Sebuah video beredar bahwa adanya orderan fiktif yang di alami 3 unit Ambulance dan 1 pick up Lalamove yang dilakukan oleh Oknum Cillector dari Pinjaman Online.”

Salah satu admin dari Ambulans Antasena, Aldy (25), membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Menurut Aldy, pemesan ambulans menggunakan nama Adi Prasetya.

“Jadi, tadi penelepon atas nama Adi Prasetya. Dia membutuhkan ambulans untuk pengantaran pasien kontrol dari Jalan Puspowarno ke Rumah Sakit Columbia Asia,” kata Aldy saat dihubungi, seperti dilansir detikJateng.

Aldy menambahkan, pemesan telah mengirimkan data pasien lengkap, nama pemilik rumah, dan penanggung jawab. Alamat pengantaran pun dikirimkan melalui fitur berbagi lokasi di WhatsApp, sehingga petugas ambulans segera bergegas menuju lokasi.

Advertisement

Pesanan Fiktif dan Pengakuan Pelaku

Namun, setibanya di lokasi yang dibagikan melalui shareloc, petugas ambulans tidak menemukan adanya pasien yang memesan. Ketika nomor telepon yang menghubungi Aldy dihubungi kembali, jawabannya mengejutkan.

“Terus sampai di TKP, sampai di rumah yang di-shareloc, ternyata nggak ada yang pesan ambulans. Dan nomor yang tadi menghubungi ditelepon itu jawabannya itu kakak saya,” ungkap Aldy menirukan jawaban pelaku.

Pemilik rumah yang didatangi ambulans pun keluar dan mengonfirmasi bahwa pesanan tersebut adalah fiktif. Parahnya lagi, sehari sebelumnya rumah yang sama juga didatangi sejumlah mobil Lalamove untuk pesanan yang sama.

Kejadian ini menyoroti maraknya aksi teror yang diduga dilakukan oleh debt collector pinjol terhadap warga yang memiliki tunggakan.

Advertisement