— Kabupaten Bogor – Air Sungai Cileungsi dilaporkan berubah warna menjadi hitam pekat, memicu dugaan pencemaran limbah yang kuat. Fenomena ini terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk segera bertindak.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3 DLH Kabupaten Bogor, Riri Agustina, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan investigasi lapangan. “Menindaklanjuti adanya dugaan pencemaran di Sungai Cileungsi, DLH Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan susur sungai dan pengambilan sampel air limbah dari sejumlah titik outfall,” ujarnya pada Jumat (24/7/2026).

Kegiatan pengambilan sampel dilakukan pada Rabu (22/7) oleh tim gabungan yang terdiri dari tim patroli sungai, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C), serta UPT Laboratorium DLH Kabupaten Bogor. Hingga kini, sumber pasti pencemaran belum teridentifikasi karena sampel air yang diambil masih dalam tahap pengujian di laboratorium. Proses uji laboratorium diperkirakan memakan waktu sekitar 14 hari kerja.

Selain pengujian sampel air, tim investigasi juga melakukan pemeriksaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada perusahaan-perusahaan yang berlokasi di sekitar sungai. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengendalian dan pencegahan pencemaran lebih lanjut.

Sebelumnya, video yang menampilkan aliran Sungai Cileungsi berwarna hitam pekat beredar di media sosial. Kejadian ini dilaporkan terjadi di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Dalam rekaman tersebut, terlihat aliran sungai yang menyusut akibat musim kemarau, dengan air yang menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Riri Agustina menambahkan, “Prinsipnya pengujian contoh air berproses. Hasilnya menjadi bahan tindak lanjut pengawasan ketaatan LH. (Sumber pencemaran) masih proses (penyelidikan).” Pemkab Bogor berkomitmen untuk menuntaskan penyelidikan ini guna mengidentifikasi pelaku pencemaran dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.