Berita

Seskab Tegaskan Prabowo Hanya Gunakan Satu Pesawat Kepresidenan Saat Kunjungan Luar Negeri

Advertisement

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah keras kabar yang menyebutkan Presiden Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kepresidenan dalam kunjungan ke luar negeri. Teddy menegaskan bahwa Presiden hanya menggunakan satu pesawat kepresidenan milik maskapai Garuda Indonesia.

Bantahan Penggunaan Dua Pesawat Kepresidenan

“Bahwa Pak Presiden kalau ke luar negeri itu sekarang menggunakan dua pesawat kenegaraan. Oke? Saya jawab, nggak ada itu. Ya, itu tidak benar,” tegas Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Teddy mengakui adanya pesawat tambahan, namun ia mengklarifikasi bahwa itu adalah pesawat milik TNI AU, bukan pesawat kepresidenan. Pesawat tambahan ini, menurutnya, digunakan di awal pemerintahan untuk mengangkut perangkat yang menyertai kunjungan Presiden.

“Untuk apa? Karena sesuai undang-undang, sesuai aturan, harus ada Paspampres, harus ada protokol, ada tim dokter, ada tim Kemlu, ada wartawan, dan sebagainya. Oke? Jadi, saya mau sampaikan tidak benar bahwa Bapak Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan,” jelasnya.

Fakta Penggunaan Pesawat Garuda Indonesia

Lebih lanjut, Teddy memaparkan fakta sebenarnya mengenai moda transportasi udara yang digunakan Presiden.

“Faktanya, sejak sudah satu tahun ini, Presiden Prabowo ke luar negeri jarak jauh selalu menggunakan pesawat satu. Apa itu? Maskapai nasional kebanggaan kita, Garuda Indonesia Boeing 777,” ungkapnya.

Advertisement

Ia juga menambahkan bahwa saat ini ada pembatasan jumlah perangkat yang ikut dalam kunjungan kenegaraan.

“Dan perangkat kepresidenan, kalau Anda sudah wartawan lama pasti tahu dulu banyaknya bagaimana. Per sekarang, kita memperkecil. Yang perlu ikut, ikut. Dan rombongan semakin terbatas,” tuturnya.

Teddy juga menjelaskan penggunaan pesawat TNI AU untuk perjalanan domestik.

“Kalau di dalam negeri, ya seperti Anda ikut semua, ya? Kita menggunakan pesawat TNI AU Boeing untuk angkut perangkat dan wartawan. Itu saja kira-kira,” pungkasnya. (eva/rfs)

Advertisement