Sepakbola

Selebrasi Kontroversial Mohammed Amoura Hina Fans Kongo dan Tokoh Pahlawan Afrika

Advertisement

Rabat – Pemain tim nasional Aljazair, Mohammed Amoura, menuai kecaman keras setelah melakukan selebrasi yang dianggap menghina penggemar Republik Demokratik Kongo. Aksi tersebut terjadi usai Aljazair memastikan diri lolos ke perempat final Piala Afrika 2025.

Drama 120 Menit di Moulay Hassan Stadium

Pertandingan antara Aljazair dan Kongo berlangsung sengit hingga 120 menit. Timnas Aljazair berhasil unggul tipis 1-0 berkat gol tunggal Adil Boulbina pada menit ke-119. Kemenangan ini membawa skuad asuhan Riyad Mahrez melaju ke babak selanjutnya.

Aksi Amoura yang Menuai Kontroversi

Namun, sorotan utama pasca-pertandingan justru tertuju pada Mohammed Amoura. Pemain yang berkarir di VfL Wolfsburg itu terekam kamera berlari ke arah tribun penonton Kongo. Di sana, ia meniru gaya Michel Nkuka Mboladinga, seorang penggemar Kongo yang viral karena berpose seperti patung pahlawan Patrice Lumumba selama pertandingan.

Amoura kemudian menjatuhkan diri dan bergaya santai di hadapan Mboladinga. Aksi ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Kecaman Meluas: Pelecehan Terhadap Lumumba dan Sejarah Afrika

Banyak yang menilai Amoura tidak hanya melecehkan Mboladinga, tetapi juga Patrice Lumumba, sosok ikonik anti-kolonialisme Afrika yang menjadi perdana menteri pertama Kongo. Lumumba dikenal sebagai inspirator semangat nasionalisme di banyak negara Afrika, termasuk Aljazair yang meraih kemerdekaannya pada tahun 1962.

Kecaman tidak hanya datang dari publik Kongo, tetapi juga dari sebagian masyarakat Aljazair. Mereka berpendapat bahwa Amoura menunjukkan ketidaktahuan terhadap sejarah Afrika dan bahkan sejarah negaranya sendiri.

Advertisement

Permintaan Maaf Amoura

Menyadari kesalahannya, Mohammed Amoura akhirnya memberikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui media sosial. Ia mengaku tidak memahami makna di balik pose Mboladinga dan simbol perjuangan Lumumba yang coba dihidupkan kembali oleh penggemar tersebut.

“Aku hanya ingin menegaskan: Saat itu saya tak paham siapa sosok atau apa simbol yang direpresentasikan. Aku cuma mau menggoda mereka, dengan cara halus, tanpa ada maksud atau keinginan untuk memprovokasi,” tulis Amoura melalui Insta Story pada Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, “Jika sikap aku disalahpahami, aku benar-benar menyesal karena itu jelas bukan tujuan aku sejak awal.”

Aksi Amoura ini menjadi pengingat pentingnya pemahaman sejarah dan sensitivitas budaya, terutama dalam konteks kompetisi olahraga internasional yang mempertemukan berbagai bangsa.

Advertisement