Manchester United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan manajer Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026). Keputusan ini diambil setelah Amorim merasa jengkel karena taktik dan formasinya kerap dipertanyakan oleh petinggi klub.
Amorim Merasa Tertekan
Ruben Amorim, yang masih memiliki kontrak hingga musim panas 2027, telah menukangi Manchester United selama 18 bulan. Di bawah kepemimpinannya, Setan Merah sempat merangkak mendekati papan atas klasemen Liga Primer Inggris, meskipun persaingan masih sangat ketat. MU juga masih berjuang di Piala FA, namun tersingkir lebih awal di Carabao Cup.
Menurut sumber dari Sky Sports, salah satu hal yang paling membuat Amorim kesal adalah pertanyaan berulang mengenai taktik dan formasi yang ia terapkan. Skema tiga bek yang menjadi andalannya kerap menjadi sorotan para petinggi klub.
Situasi ini sempat membuat Amorim meluapkan kekecewaannya. “Keadaan akan seperti ini sampai dewan memutuskan untuk berubah. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya,” ujar Amorim selepas laga kontra Leeds pada Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, “Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih. Setiap departemen, departemen pencari bakat, direktur olahraga, perlu melakukan pekerjaan mereka.”
Akhir Kebersamaan
Tekanan dari petinggi klub yang terus-menerus mempertanyakan strateginya akhirnya membuat Ruben Amorim menyerah. Situasi yang semakin rumit ini berujung pada surat pemecatan yang diterimanya.
Ruben Amorim mulai melatih Manchester United sejak November 2024. Selama 63 pertandingan memimpin Setan Merah, ia mencatatkan 25 kemenangan, 23 kekalahan, dan 15 hasil imbang.






