Sepakbola

Real Madrid Dicemooh Suporter Sendiri di Bernabeu Usai Pecat Xabi Alonso

Advertisement

Madrid – Para pemain Real Madrid menghadapi atmosfer yang tidak bersahabat dari para suporter mereka sendiri di Stadion Santiago Bernabeu. Kekecewaan mendalam terhadap performa tim pasca-pemecatan pelatih Xabi Alonso memicu aksi cemoohan yang menggema sepanjang pertandingan lanjutan Liga Spanyol melawan Levante pada Sabtu (17/1/2026).

Kemenangan Pahit di Tengah Ketidakpuasan Suporter

Meskipun berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Levante berkat gol penalti Kylian Mbappe dan sundulan Raul Asencio, euforia kemenangan terasa hambar. Kemenangan ini sejatinya krusial untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Barcelona. Real Madrid kini mengoleksi 48 poin, hanya terpaut satu angka dari rival abadinya.

Namun, pencapaian di lapangan kontras dengan sambutan yang diterima para pemain. Sejak sebelum laga dimulai, stadion dipenuhi suara cemoohan dan siulan yang ditujukan kepada skuad Los Blancos. Situasi ini berlanjut sepanjang 90 menit pertandingan.

Pemain seperti Vinicius Jr dan Jude Bellingham menjadi sasaran utama kemarahan suporter. Keduanya dinilai sebagai salah satu faktor utama di balik pemecatan Xabi Alonso. Laporan menyebutkan adanya ketidakcocokan antara Vinicius, Bellingham, dengan Alonso selama masa kepelatihannya.

Debut Arbeloa yang Diwarnai Cemoohan

Kekalahan 2-3 dari tim kasta kedua, Albacete, di Copa del Rey pada debut pelatih sementara Alvaro Arbeloa, semakin memperburuk situasi. Kekalahan tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa para pemain Madrid kembali dicemooh di kandang sendiri.

Arbeloa, yang ditunjuk menggantikan Alonso, menunjukkan sikap legawa terhadap reaksi negatif suporter. Ia memahami kekecewaan yang dirasakan para penggemar dan mengakui bahwa tim sedang tidak dalam performa terbaik.

Advertisement

“Kami tidak menjalani pekan yang baik dan para penggemar berhak menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap semua pemain, terhadap tim, dan terutama terhadap saya,” ujar Arbeloa, dikutip dari situs resmi klub.

“Saya pikir siulan itu ditujukan kepada semua orang, dan terutama kepada saya karena saya adalah pemimpin tim ini dan saya adalah orang yang ketika keadaan tidak berjalan baik, harus bersuara,” tambahnya.

Meskipun demikian, kemenangan perdana Arbeloa sebagai pelatih Madrid melawan Levante setidaknya memberikan sedikit kelegaan di tengah badai kritik yang melanda klub.

(pur/yna)

Advertisement