Berita7 — GARUT – Ratusan siswa di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelajar tersebut mengalami keluhan mual, muntah, dan diare.
Insiden ini mulai diketahui pada Rabu (23/7/2026) sore ketika sejumlah siswa mendatangi Puskesmas Cibatu untuk mendapatkan penanganan medis. Gejala yang dialami para siswa serupa, mengindikasikan adanya keracunan makanan.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa jumlah korban keracunan telah melampaui seratus orang. Pihak berwenang saat ini tengah mendalami penyebab pasti keracunan tersebut.
“Sudah 100 lebih,” ujar Syakur saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/07/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi putih, telur, tempe, sayur sup, dan susu. Gejala keracunan mulai muncul pada hari Selasa (21/7), setelah para siswa mengonsumsi bekal tersebut. Beberapa siswa dilaporkan membawa pulang sisa MBG dari sekolah untuk dikonsumsi di rumah.
Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, menyatakan bahwa tim medis dari Puskesmas Cibatu telah menangani para korban dengan baik. “Ini masih dalam penelitian kita (penyebab keracunan). Mudah-mudahan tidak menyebabkan situasi yang buruk. Tapi sejauh ini dapat tertangani oleh tim dari Puskesmas Cibatu,” jelas Nurdin.
Ikuti Berita7
