Raphinha, gelandang serang Barcelona, mengungkapkan bahwa ia sempat memiliki niat untuk meninggalkan klub. Keputusannya untuk bertahan dipengaruhi oleh kedatangan pelatih Hansi Flick.
Peran Krusial Hansi Flick
Keputusan Raphinha untuk tetap berseragam Barcelona tampaknya berakar pada perubahan signifikan yang dibawa oleh Hansi Flick sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada tahun 2024, menggantikan Xavi Hernandez. Kehadiran Flick memberikan kepercayaan diri baru bagi pemain asal Brasil tersebut.
“Jika Hansi Flick tidak datang, saya pasti sudah meninggalkan Barca. Dia mengubah segalanya,” ujar Raphinha, mengutip dari BBC. “Dia memberi tahu bahwa saya akan menjadi pemain penting. Itulah yang dibutuhkan seorang pemain – kepercayaan diri,” tambahnya.
Perjalanan Karier Raphinha di Barcelona
Sejak bergabung dari Leeds United pada Juli 2022, Raphinha menunjukkan kualitasnya, namun performanya kerap tidak konsisten. Dalam dua musim awalnya di bawah asuhan Xavi Hernandez, ia seringkali memulai pertandingan dari bangku cadangan, dengan 11 penampilan sebagai pemain pengganti dari total 76 pertandingan yang mungkin dimainkan.
Namun, sejak era Flick dimulai, peran taktis Raphinha meluas dan kontribusinya bagi tim meningkat drastis. Ia kini menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan dan figur penentu dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Statistik yang Meningkat
Perbandingan statistik Raphinha di bawah kedua pelatih menunjukkan peningkatan yang signifikan:
| Pelatih | Penampilan | Gol | Assist |
| Xavi Hernandez | 87 | 20 | 23 |
| Hansi Flick | 74 | 45 | 26 |
Peningkatan performa ini turut berkontribusi pada keberhasilan Barcelona meraih gelar Piala Super Spanyol akhir pekan lalu, di mana Raphinha mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 atas Real Madrid di partai final.






