Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang akan menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Ancol. Jembatan dengan panjang total 466 meter ini diharapkan dapat mengubah wajah Jakarta, khususnya di wilayah utara.
Dukungan Infrastruktur Transportasi
Pramono Anung menyatakan optimisme bahwa pembangunan JPO ini akan selaras dengan rampungnya pembangunan jalur kereta rel listrik (KRL) yang ditargetkan selesai pada April 2026. Sinergi antara kedua infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat untuk menghadiri berbagai kegiatan, terutama dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta pada Juni 2026.
“Seperti kita ketahui bersama, sekarang ini juga sedang dilakukan pembangunan untuk KRL yang direncanakan akan selesai pada bulan April. Sehingga dengan demikian, pada bulan Juni ketika ulang tahun Jakarta, kalau kemudian kegiatannya diadakan di JIS atau di Ancol. Pasti akan sangat gampang masyarakat di mana pun untuk bisa hadir sampai dengan di JIS maupun di Ancol,” ujar Pramono kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Target penyelesaian pembangunan JPO ini adalah Mei 2026, sehingga JIS dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai aktivitas dalam perayaan HUT DKI Jakarta.
Solusi Konektivitas dan Pengembangan Kawasan
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon Lambok Pahotan Napitupulu, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada BTN untuk turut mendesain JPO tersebut. Ia menekankan bahwa JPO ini dirancang agar terlihat segar dan ramah bagi pejalan kaki, sekaligus menjadi solusi konektivitas yang baik bagi Ancol maupun JIS.
“Kita berterima kasih diberikan kesempatan untuk ikut, untuk bisa mendesain terusan jembatan ini sehingga menjadi fresh look dan ramah bagi pejalan kaki. Serta ini juga bisa menjadi solusi baik bagi Ancol maupun bagi JIS ke depannya,” tutur Nixon.
Nixon berharap kawasan terpadu ini dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi baru di Jakarta. Ia menambahkan bahwa kelengkapan sarana transportasi umum di sekitar JIS, termasuk kereta api, KRL, MRT, dan busway, akan semakin memudahkan aksesibilitas warga. Keberadaan danau, sungai, dan laut di kawasan tersebut juga dinilai menambah daya tarik.
“Kemudian ini kita berharap kawasan ini menjadi landmark baru sekalipun penggerak aktivitas kawasan. Tadi kita lihat dari atas Pak, kan lengkap sebenarnya. Ada kereta api, ada KRL, ada MRT, ada busway masuk Ancol. Semuanya lengkap. Kalau kita lihat ada danau, ada sungai, ada laut,” jelasnya.
Ia memprediksi keramaian aktivitas di JIS akan mendorong pertumbuhan sektor perhotelan dan penginapan di daerah tersebut, yang pada gilirannya akan menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi Jakarta.






