JAKARTA – Upaya pemulihan pascabencana di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan perkembangan pesat. Berkat bantuan ratusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sebagian besar ruangan dan fasilitas vital kini mulai dapat digunakan kembali. Fokus utama pembersihan difokuskan pada Kantor Dinkes, dengan kegiatan intensif dilakukan pada Kamis (15/1).
Progres 80 Persen, Laboratorium Jadi Tantangan
Pengasuh Praja IPDN, Ronny M. Perangin Angin, yang memimpin langsung proses pembersihan, menyatakan bahwa progres pemulihan telah mencapai sekitar 80 persen. “Kantor kesehatan sendiri sebenarnya sudah 80 persen itu selesai,” kata Ronny dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Ronny, area laboratorium kesehatan menjadi tantangan terbesar. Lokasinya yang lebih rendah dari bangunan sekitar menyebabkan genangan air dan endapan lumpur yang lebih tebal. Lumpur di dalam laboratorium bahkan sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan bahan kimia yang memerlukan kehati-hatian ekstra dari para praja. “Selanjutnya yang menjadi tantangan tersendiri bagi praja di Dinas Kesehatan adalah banyaknya bahan kimia dan jarum suntik di sekitar lab kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, para praja juga ditugaskan untuk membilas botol-botol bahan kimia yang pecah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap paku dan pecahan kaca. Meskipun sebagian besar jarum suntik masih tertutup dan tersegel, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama proses pembersihan.
Apresiasi Dinkes untuk Kontribusi Praja IPDN
Perencana Ahli Muda Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Hermanto, mengapresiasi kontribusi praja IPDN dalam mempercepat pemulihan. Ditemui di lantai dua Kantor Dinkes, Hermanto menilai kondisi kantor kini jauh lebih baik dibandingkan saat awal pascabencana.
“Ya sekitar 80 persen lah sudah itu. Tinggal finishing akhir nanti untuk level kebersihannya. Dan Alhamdulillah adik-adik [praja] itu sangat apresiasilah saya itu kerja mereka di Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Hermanto menambahkan, sebagian praja sementara tinggal di Aula Dinkes. Sejumlah fasilitas layanan, seperti Public Safety Center (PSC) Kabupaten Aceh Tamiang, juga telah dibersihkan dan kini difungsikan sebagai posko. Fasilitas pendukung seperti ketersediaan air bersih dan kamar mandi juga sudah kembali dapat digunakan.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas atensinya di Dinas Kesehatan. Sudah sangat membantu kami,” pungkasnya.






