— Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan koperasi akan memperkuat ekonomi Indonesia dan mengembalikan kekayaan ke tingkat desa saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Di acara itu Prabowo juga menyampaikan gurauan kepada para hadirin, mengatakan wajah mereka bukanlah tampang orang yang membawa kabur uang ke luar negeri.

Koperasi Sebagai Kekuatan Ekonomi

Prabowo memaparkan koperasi sebagai “alatnya orang lemah, alatnya orang miskin” yang akan menjadi kekuatan bila bersatu. Ia menggunakan metafora sapu lidi untuk menggambarkan kelemahan individu yang berubah menjadi kuat saat berkumpul.

“Saudara-saudara, koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, lemah. Tapi bergabung, itu kekuatan saudara-saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan Koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Kekuatan Indonesia yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia. Benar?”

Gurauan Soal Wajah dan Liburan Petani

Prabowo lantas berkelakar menyinggung penampilan hadirin, menyatakan muka mereka bukanlah muka orang yang membawa uang ke luar negeri. Ia menambahkan, tidak masalah jika petani atau nelayan berlibur ke luar negeri karena kini sudah ada laporan banyak yang menikmati liburan tersebut.

“Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian, bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri, betul? Tapi nggak ada masalah, saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri, nggak papa. Libur boleh, kapan lagi petani libur ke luar negeri, sekarang karena kita akan buat petani, nelayan, buruh, makmur,”

Janji Pengembalian Kekayaan ke Daerah

Prabowo menyatakan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia akan bangkit dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Ia berjanji uang dan kekayaan akan tinggal di wilayah tersebut, mengembalikan apa yang menurutnya selama ini disedot dari rakyat.

“Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten. Dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan di kabupaten. Kita akan balikan, kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang, ekonomi akan turun ke rakyat,”