Berita

Prabowo Bahas Pembangunan 10 Kampus Kolaborasi RI-Inggris di Hambalang

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/1/2026) untuk membahas rencana pembangunan 10 kampus hasil kerja sama dengan universitas ternama di Inggris Raya. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi.

Menteri yang Hadir dan Fokus Pembahasan

Menteri yang terlihat hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Melalui unggahan di Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyatakan, “Hambalang, Bogor, Selasa, 27 Januari 2026. Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya.”

Respons Positif dan Bidang Fokus Kampus

Dalam rapat tersebut, dilaporkan bahwa inisiatif Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus kolaborasi dengan universitas Inggris mendapatkan respons yang sangat positif. Kesepuluh kampus tersebut rencananya akan memfokuskan diri pada bidang kesehatan serta Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan, “Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra.”

Advertisement

Latar Belakang dan Kebutuhan Tenaga Medis

Rencana pembangunan 10 kampus ini sebelumnya telah dibahas dalam forum UK-Indonesia Education di London, Inggris, pada Selasa (20/1/2026). Universitas-universitas tersebut akan fokus pada bidang pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, teknologi, farmasi, hingga sains. Presiden Prabowo menekankan pentingnya inisiatif ini mengingat Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis. “Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun,” kata Prabowo, dikutip dari Antara. Oleh karena itu, pembangunan universitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan dokter dan tenaga medis profesional. “Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” tambah Prabowo mengenai realisasi rencana tersebut.

Advertisement