Polda Metro Jaya terus mendalami laporan dugaan pelanggaran materi stand-up comedy ‘Mens Rea’ yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan kini polisi berencana memanggil para ahli untuk memberikan pandangan.
Pemeriksaan Saksi dan Rencana Pemanggilan Ahli
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa hingga Senin (9/2/2026), sebanyak 27 orang telah dimintai keterangan. Saksi-saksi ini meliputi pelapor dan pihak-pihak terkait lainnya. “Ini akan berkembang kepada nanti akan permintaan keterangan klarifikasi dari ahli. Ini berkembang,” ujar Budi kepada wartawan.
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono sendiri telah menjalani pemeriksaan pada Jumat (6/2/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan 63 pertanyaan kepada Pandji. “Ini pemeriksaan penyidik mendalami materi terkait latar belakang siapa yang menyusun materi serta tujuan penyampaian di acara Mens Rea,” jelas Budi.
Gelar Perkara Menentukan Unsur Pidana
Setelah seluruh rangkaian pengumpulan fakta dan keterangan dianggap cukup, penyelidik akan menggelar perkara. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah peristiwa yang dilaporkan memenuhi unsur pidana atau tidak. “Setelah seluruh rangkaian pengumpulan fakta dinilai cukup, penyelidik akan melakukan gelar perkara, untuk menilai apakah peristiwa tersebut memenuhi unsur pidana dan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak,” imbuh Budi.
Latar Belakang Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy ‘Mens Rea’. Laporan kali ini datang dari Majelis Pesantren Salafiyah, yang menilai salah satu materi yang dibawakan Pandji telah menistakan agama Islam. Sebelumnya, Pandji juga telah dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah atas dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama.
Respons Pandji Pragiwaksono
Menanggapi laporan tersebut, komika Pandji Pragiwaksono menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang ada. Ia juga terbuka untuk melakukan dialog dengan berbagai pihak yang merasa dirugikan.
“Yang pasti saya akan jalanin prosesnya saja. Saya tidak akan menghindar dari ajakan untuk berdialog, saya tidak akan menghindar dari panggilan. Ketika saya dibutuhkan untuk hadir, tentu saya akan hadir,” ujar Pandji di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Pandji menegaskan bahwa pertunjukan ‘Mens Rea’ dibuat dengan niat baik untuk menghibur masyarakat. Menurutnya, seluruh materi yang dibawakan merupakan refleksi dari keresahan yang ada di masyarakat, bukan semata-mata keinginan pribadi.






