Perpustakaan Sekretariat Jenderal MPR RI kembali berpartisipasi dalam Pameran Kampung Hukum 2026 yang diselenggarakan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat. Ini merupakan keikutsertaan kelima kalinya sebagai upaya MPR untuk mensosialisasikan nilai Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan ramah lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin-Selasa (9-10 Februari 2026) ini menarik perhatian besar dari pengunjung. Tenant Perpustakaan MPR dipadati pengunjung yang antusias memperebutkan berbagai merchandise menarik seperti jam meja, mug, notebook, hingga buku terbitan Perpustakaan MPR.
Kepala Biro Humas MPR RI, Anies Mayangsari Muninggar, menyatakan bahwa kemeriahan tenant Perpustakaan MPR di Pameran Kampung Hukum 2026 sesuai dengan harapan. “Kita ingin lebih membumikan MPR kepada masyarakat. Apalagi kita juga memiliki pesan tentang Empat Pilar MPR RI. Dengan mengikuti Pameran Kampung Hukum, diharapan empat pilar MPR, bisa lebih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekedar dihafal atau dimengerti saja,” ungkap Anies dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).
Anies menambahkan bahwa survei menunjukkan kepercayaan publik terhadap MPR terus meningkat. Sesuai dengan tugasnya menerima aspirasi masyarakat, tenant Perpustakaan MPR menampilkan hasil kajian ketatanegaraan yang telah dilaksanakan oleh Badan Pengkajian MPR bersama berbagai kampus di Indonesia. Tema kajian tersebut disusun berdasarkan aspirasi yang selama ini disampaikan masyarakat.
Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa tenant Perpustakaan MPR dibangun menggunakan bahan kardus yang dapat dipakai kembali sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan, khususnya dalam menanggulangi masalah sampah. “Selain itu, sisa kardus juga bisa diolah kembali menjadi barang-barang yang berguna, itu berarti ramah lingkungan dan tidak terbuang sia-sia, seperti kalau kita menggunakan bahan yang lain,” jelas Anies.
Pameran Kampung Hukum 2026 diikuti oleh 28 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan perbankan. Acara ini dibuka oleh Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, pada Senin (9/2) dan dimeriahkan dengan pertunjukan tari serta pembacaan puisi.






