Piala Afrika 2025 menyajikan kejutan di fase gugur. Sebanyak dua tim berhasil menembus babak 16 besar tanpa sekalipun meraih kemenangan di babak penyisihan grup. Laga pamungkas fase grup turnamen akbar benua Afrika ini telah rampung digelar pada Kamis (1/1/2026) dini hari WIB, dengan tiga tim dari Grup F menjadi yang terakhir memastikan langkah ke fase gugur.
Secara total, 16 tim yang telah memastikan diri tampil di babak 16 besar Piala Afrika 2025 meliputi Maroko (tuan rumah), Mali, Mesir, Afrika Selatan, Nigeria, Tanzania, Tunisia, Senegal, Republik Demokratik Kongo, Benin, Aljazair, Burkina Faso, Sudan, Pantai Gading (juara bertahan), Kamerun, dan Mozambik.
Dari daftar tersebut, Tim Nasional Mali dan Tanzania menjadi dua tim yang menorehkan catatan unik karena lolos ke fase gugur tanpa merasakan manisnya kemenangan di tiga pertandingan grup.
Mali Finis Sebagai Runner-up Grup A
Mali, yang tergabung di Grup A bersama tuan rumah Maroko, Comoros, dan Zambia, berhasil finis sebagai runner-up dengan mengoleksi tiga poin. Seluruh poin tersebut diraih dari tiga hasil imbang yang mereka catatkan. Pada pertandingan pembuka, Mali ditahan imbang 1-1. Selanjutnya, mereka bermain sama kuat 1-1 melawan Maroko, sebelum mengakhiri fase grup dengan hasil tanpa gol melawan Comoros.
Sebuah unggahan di media sosial ESPN Africa menyoroti pencapaian Mali ini, menyatakan, “Mali reached the AFCON last 16 without winning a single game 😮 pic.twitter.com/kxOapwbKUJ — ESPN Africa (@ESPNAfrica) December 30, 2025”.
Tanzania Lolos Lewat Jalur Peringkat Ketiga Terbaik
Sementara itu, Tanzania yang berada di Grup C, berhasil lolos ke babak 16 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Tim berjuluk Taifa Stars ini hanya mampu mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni.
Tanzania memulai kiprahnya di fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Nigeria. Di laga berikutnya, mereka bermain imbang 1-1 melawan Uganda, dan kembali meraih hasil seri 1-1 saat menghadapi Tunisia. Meskipun mengoleksi poin yang sama dengan Angola, tim peringkat ketiga di Grup B, Tanzania berhak lolos berkat keunggulan produktivitas gol.
Jika ditilik lebih jauh, Tanzania masih terus berupaya untuk meraih kemenangan perdana mereka di ajang Piala Afrika. Sejak debut pada tahun 1980, Tanzania belum pernah berhasil menaklukkan lawannya dalam empat kali keikutsertaan, dengan catatan lima kali seri dan tujuh kali kalah dari total 12 pertandingan yang telah dimainkan.
Kabar terkait pemain bintang Mesir, Mo Salah, yang berpotensi absen sebulan namun masih memiliki peluang bermain jika timnya mencapai final, juga menjadi sorotan dalam turnamen ini.






