Berita7 — Medan – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan tidak menemukan adanya kandungan gas metana atau gas bumi di lokasi ledakan yang terjadi di Perumahan Grand Polonia, Medan. Pihak PGN juga telah mengambil langkah tegas dengan menutup aliran gas ke perumahan tersebut.
Sebelumnya, penyelidikan awal oleh petugas kepolisian menduga ledakan tersebut disebabkan oleh kebocoran pada pipa gas tanam milik PGN. General Manager Regional 1 PT PGN, Andi Sangga, menjelaskan adanya perbedaan waktu dan lokasi pengukuran antara pihaknya dengan kepolisian.
“Tadi sudah dilakukan kalibrasi bersama dengan Pak Kapoltabes. Memang ada dua hal perbedaan gitu ya. Pertama adalah perbedaan waktunya,” kata Andi saat diwawancarai di lokasi kejadian, Selasa (21/7/2026).
Andi menjelaskan bahwa kepolisian tiba lebih dulu di lokasi, sementara PGN baru melakukan pengukuran pada pukul 21.30 WIB. Ia menduga konsentrasi gas mungkin sudah berubah signifikan mengingat ledakan terjadi pada sore hari, sekitar pukul 15.00 atau 16.00 WIB.
“Kami melakukan pengukuran pada jam 21.30 WIB. Mungkin ini kejadian (ledakan) sudah di sore hari ya, jam 15.00 atau 16.00 WIB. Itu mungkin konsentrasi juga sudah signifikan berubah,” ujarnya.
Selain itu, pengukuran PGN tidak dilakukan langsung di dalam lokasi ledakan pada saat itu. “Jadi, kami melakukan pengukuran menggunakan laser methane mini. Mungkin karena perbedaan-perbedaan parameter itu tadi yang menyebabkan adanya perbedaan dalam hasil pengukuran,” tambah Andi.
PGN menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk melakukan investigasi bersama dengan pihak kepolisian. “Kami mendukung sepenuhnya tentang fokus untuk tindak lanjut investigasi yang perlu dilakukan secara bersama,” tegasnya.
Tutup Aliran Gas di Grand Polonia Medan
PT PGN secara resmi menutup aliran gas ke Perumahan Grand Polonia, Medan. Keputusan ini diambil menyusul ledakan yang mengguncang salah satu rumah mewah di kompleks tersebut, yang diduga berasal dari kebocoran pipa gas tanam.
Andi Sangga mengonfirmasi bahwa jaringan pipa gas memang terpasang di perumahan itu, termasuk melayani rumah nomor 3B yang menjadi titik awal ledakan. “Memang benar kami mempunyai jaringan pipa gas di perumahan Grand Polonia ini yang melayani pelanggan di dalam kompleks ini, termasuk di rumah di 3B tersebut,” ungkapnya.
Dengan penutupan aliran gas ini, PGN menjamin kondisi di kompleks perumahan akan aman. “Jadi, kami bisa sampaikan bahwa gas bumi itu yang sebagian besar itu adalah metana, itu adalah gas yang ringan gitu ya. Jadi, setelah kita tutup, tidak ada aliran gas yang masuk, otomatis semua aman di dalam lingkungan tersebut,” jelasnya.
Mengenai apakah kebocoran pipa gas tersebut menjadi penyebab langsung ledakan besar, Andi belum dapat memberikan kepastian dan menyatakan hal itu masih dalam proses investigasi bersama polisi. “Untuk gas bumi sebenarnya itu sangat aman karena kalau dia terlepas di udara, itu dia langsung menguap, gitu. Nah, untuk kenapa terjadinya seperti ini, nanti kita tunggu hasil dari investigasi bersama,” katanya.
Andi menambahkan bahwa jalur pipa gas tanam di kompleks tersebut dipasang pada tahun 2003 dan rutin dilakukan pemeliharaan. Namun, ia belum dapat memastikan kapan terakhir kali pemeliharaan tersebut dilakukan.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.