— Perpustakaan Nyi Ageng Serang di Jakarta Selatan kembali melayani masyarakat setelah direvitalisasi dan resmi beroperasi sejak 8 Juli 2026. Layanan perpustakaan kini diperpanjang hingga malam hari untuk memberi ruang baca dan kegiatan literasi yang lebih fleksibel bagi warga.

Bangunan di Kompleks Taman Rasuna itu menempati lantai 7 dan 8 Gedung Nyi Ageng Serang di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan. Sebelum berkunjung, pengunjung diwajibkan mendaftar sebagai anggota melalui laman resmi Perpustakaan Jakarta serta mematuhi aturan ketertiban dan kebersihan yang berlaku.

Jam Operasional dan Aturan Kunjungan

Perpustakaan buka setiap hari, Senin hingga Minggu, pukul 09.00-22.00 WIB. Jam operasional yang lebih panjang memungkinkan masyarakat memanfaatkan layanan setelah jam kerja atau sekolah.

Registrasi anggota melalui situs resmi diperlukan untuk mengakses fasilitas. Pengunjung diminta menjaga ketertiban, kebersihan, dan mematuhi tata tertib penggunaan ruang.

Fasilitas yang Disediakan

Ruang yang telah direvitalisasi menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas membaca, belajar, dan kolaborasi. Fasilitas itu meliputi ruang baca koleksi umum, ruang anak, ruang multimedia, ruang diskusi, ruang komputer, serta area kerja bersama (co-working space).

Selain itu tersedia auditorium untuk acara, musala, dan area terbuka yang nyaman untuk membaca atau berdiskusi. Pengunjung juga dapat mengakses koleksi buku cetak serta layanan perpustakaan digital.

Perpustakaan juga difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan literasi, seperti bedah buku, lokakarya, kelas kreatif, pemutaran film, dan diskusi komunitas.

Akses Transportasi

Lokasi perpustakaan mudah dijangkau dengan transportasi umum. Pengunjung dapat turun di Stasiun LRT Rasuna Said dan melanjutkan jalan kaki menuju gedung.

  • TransJakarta: turun di Halte Rasuna Said, lalu berjalan kaki beberapa menit.
  • KRL Commuter Line: turun di Stasiun Sudirman, dilanjutkan naik LRT atau TransJakarta menuju kawasan Rasuna Said.
  • MRT Jakarta: turun di Stasiun Setiabudi, lalu lanjut menggunakan TransJakarta atau transportasi lain menuju Gedung Nyi Ageng Serang.

Asal Nama Perpustakaan

Nama perpustakaan diambil dari Nyi Ageng Serang, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pejuang perempuan dalam Perang Jawa 1825-1830. Nama aslinya Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi dan dia merupakan keturunan Sunan Kalijaga serta nenek buyut Ki Hajar Dewantara.

Dalam catatan sejarah, Nyi Ageng Serang berperan sebagai pemimpin sekaligus penasihat strategi Pangeran Diponegoro. Meski berusia lebih dari 70 tahun, ia tetap memimpin perjuangan dan dikenal memakai daun lumbu atau talas untuk kamuflase pasukan. Atas jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan namanya diabadikan pada beberapa fasilitas publik, termasuk gedung dan perpustakaan di kawasan Kuningan.