— Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengapresiasi perjuangan luar biasa para siswa SMAN 1 Pulau Taliabu yang berpartisipasi dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Maluku Utara. Para pelajar ini harus menempuh perjalanan laut selama dua hari dua malam dari Kabupaten Pulau Taliabu menuju Kota Ternate untuk dapat mengikuti kompetisi tersebut.

Sarbin Sehe menyatakan bahwa perjuangan para siswa ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan menggapai cita-cita. “Saya tahu itu, kalau berangkat dari Pulau Taliabu menuju Ternate memang dua hari dua malam. Apalagi cuaca kadang tidak bersahabat. Saya bersyukur anak-anak Taliabu bisa hadir di sini. Perjuangan mereka luar biasa,” ujar Sarbin.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarbin saat membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan di Ballroom Gamalama, Bella Hotel, Kota Ternate, pada Jumat (24/7/2026). Dalam sambutannya, Sarbin juga turut mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional ke-42 yang dirayakan sehari sebelumnya.

Sarbin mengajak seluruh pelajar yang hadir untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa pengamalan nilai-nilai kebangsaan merupakan salah satu kunci krusial dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menyambut Indonesia Emas 2045. “Kita bangga melalui LCC Empat Pilar MPR, hari ini dapat berhadapan dengan anak-anak bangsa, para pemilik masa depan. Generasi yang kita siapkan harus menjadi generasi yang berbeda dengan generasi kita hari ini,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh melalui Empat Pilar MPR RI. Oleh karena itu, tantangan utama bagi generasi saat ini bukan hanya memahami konsep Empat Pilar, melainkan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Sarbin menyoroti potensi sumber daya alam Maluku Utara yang melimpah, mulai dari nikel, emas, hingga bijih besi. Potensi ini, menurutnya, harus dikelola oleh generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan mendalam dan pemahaman utuh terhadap Indonesia. Generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu merumuskan kebijakan pembangunan yang berpihak pada seluruh rakyat dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Menutup sambutannya, Sarbin mengingatkan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang kompetisi semata. Kegiatan ini juga merupakan wadah penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai sportivitas, serta mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. “NKRI sudah final. Tugas kita sekarang adalah memastikan pembangunan berjalan merata dari Aceh sampai Papua agar kesejahteraan dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengingatkan seluruh peserta untuk mempersiapkan diri secara optimal. Juara tingkat Provinsi Maluku Utara akan mewakili provinsi tersebut pada Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Agustus 2026. “Yang mewakili ke Jakarta bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa nama Maluku Utara. Jadi harus belajar lebih baik karena akan menghadapi juara-juara dari 37 provinsi lainnya,” kata Siti.

Ia juga berpesan agar para peserta tetap percaya diri selama mengikuti perlombaan. Menurutnya, peserta tidak hanya dituntut menguasai dan menghafal materi Empat Pilar MPR RI, tetapi juga harus mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Siti menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebersamaan, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Babak final tingkat Provinsi Maluku Utara diikuti oleh sembilan sekolah terbaik, yaitu SMAN 8 Kota Ternate, SMKN 1 Kota Ternate, MAN 1 Tidore, SMAN 1 Kota Ternate, SMAN 2 Halmahera Timur, SMAN 1 Kota Tidore Kepulauan, SMAN 7 Halmahera Selatan, SMAN 1 Pulau Morotai, dan SMAN 1 Pulau Taliabu. Para peserta harus melewati tiga babak penyisihan sebelum melaju ke babak final. Dalam perlombaan, peserta menjawab pertanyaan yang dibagi dalam tiga sesi: Sesi Wawasan Empat Pilar, Sesi Tematik Empat Pilar, dan Sesi Rebutan.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal MPR RI Herry Putra; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Abubakar Abdullah; Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Jenderal MPR RI Triyatni; Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setjen MPR RI Kartika Indriati Sekarsari; serta para dewan juri daerah, yang terdiri dari Lektor Kepala Universitas Terbuka Ternate Muhlis Hafel, Lektor Kepala Program Studi PPKn FKIP Universitas Khairun Syafril Muhammad, dan Dosen Program Studi PPKn FKIP Universitas Khairun Misrina.