Jakarta – Manchester United musim 2025/26 menampilkan dua wajah berbeda di bawah komando pelatih. Ruben Amorim, yang menangani mayoritas musim, menekankan dominasi permainan, sementara Michael Carrick, sebagai pelatih interim, langsung memberikan dampak positif pada perolehan poin.
Kedatangan Carrick menggantikan Amorim menandai pergeseran signifikan. Perubahan ini tidak hanya terlihat pada gaya bermain, tetapi juga pada hasil akhir pertandingan.
Komparasi General: Amorim vs Carrick di MU Musim Ini
Amorim (Premier League 2025/26)
- 20 laga
- 8 menang, 7 seri, 5 kalah
- Win rate: 40%
- Gol: 34
- Kebobolan: 30
- Rata-rata gol: ±1,7 per laga
- Penguasaan bola: ±53-54%
Berdasarkan data dari Statmuse dan situs Premier League, MU di bawah Amorim menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan dominan dalam penguasaan bola. Namun, efektivitas menjadi masalah utama karena kemenangan tidak diraih secara konsisten.
Carrick (2 laga liga awal)
- 2 laga
- 2 menang
- Win rate: 100%
- Gol: 5
- Kebobolan: 2
- Rata-rata gol: 2,5 per laga
- Poin per laga: 3,0
Sejak ditunjuk sebagai pelatih interim The Red Devils, Carrick baru memimpin dua pertandingan. Namun, dampaknya langsung terasa. MU tampil lebih efisien dan klinis, meskipun penguasaan bola tidak setinggi era Amorim.
Amorim vs Arsenal & Man City (Premier League Musim Ini)
MU vs Arsenal
- Skor: MU 0-1 Arsenal
- MU dominan dalam penguasaan bola (61,1 persen) dan jumlah tembakan (22), namun gagal memaksimalkan peluang.
- Arsenal hanya mencatat 9 tembakan, tetapi MU tetap kalah.
MU vs Manchester City
- Skor: MU 0-3 Manchester City
- MU sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola (54,7 persen).
- Jumlah total tembakannya (12) hanya kalah 1 dari Man City.
- Namun, shot on target kalah telak dengan perbandingan 2 berbanding 6.
- MU gagal mencetak gol dan kebobolan tiga kali, menunjukkan kesulitan melawan tim papan atas.
Hasil melawan dua rival besar tersebut mengindikasikan tren dominasi statistik yang tidak berbuah hasil positif di era Amorim.
Ruben Amorim duduk bertopang dagu ketika Manchester United tunduk di markas Manchester City pada bulan September 2025. Foto: REUTERS/Phil Noble
Carrick vs Arsenal & Man City (Musim Ini)
MU vs Manchester City
- Skor: Manchester United 2-0 Manchester City
- MU menang di derby meskipun tidak dominan dalam penguasaan bola (31,8 persen).
- Tim efektif memanfaatkan peluang dan berhasil menjaga clean sheet.
- MU mencatat total tembakan 11, dengan 7 on target.
- Telak mengungguli City yang membuat 7 shot dan 1 on target.
MU vs Arsenal
- Skor: Arsenal 2-3 Manchester United
- MU menang dramatis di Emirates, menunjukkan efektivitas serangan dan mentalitas yang kuat.
- Tim menang meski kalah dalam penguasaan bola (43,9 persen).
- MU mencatat total tembakan 10, dengan 3 on target (semua menjadi gol).
- Arsenal membuat 15 shot dan 4 on target.
Carrick menunjukkan efisiensi serangan yang tinggi dan kemampuan memaksimalkan peluang meski penguasaan bola lebih rendah.
Dominasi vs Efisiensi
Perbandingan hasil langsung menunjukkan perbedaan yang mencolok:
- MU di bawah Amorim: kalah 0-1 vs Arsenal, kalah 0-3 vs Manchester City. Dominasi bola tapi tidak maksimal di skor.
- MU di bawah Carrick: menang 2-0 vs Manchester City, menang 3-2 vs Arsenal. Tidak dominan bola, tapi klinis dan mematikan.
Kesimpulan ‘Tor monitor’, ketua! MU musim ini menunjukkan satu hal yang sulit dibantah: yang baru lebih gacor. Di awal musim, Amorim membuat MU terkesan stabil dan rapi. Namun, Carrick sejauh ini membuat MU terlihat berbahaya dan tajam. MU-nya Amorim menguasai bola, MU-nya Carrick menguasai skor. Jika sepak bola ditentukan oleh statistik estetika, Amorim mungkin aman. Namun, karena sepak bola ditentukan oleh gol dan poin, sejauh ini Carrick unggul telak.






