Berita7 — Mojokerto – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Jazeerah di Desa Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto, gagal beroperasi setelah perabotan di fasilitas itu dicuri dalam aksi selama tiga hari. Aksi pencurian membuat distribusi makanan ke sekolah-sekolah terhenti.
Pelaku, yang diidentifikasi bernama Bambang (47), kini telah ditangkap polisi. Kasus ini menyorot lemahnya pengamanan fasilitas yang semestinya mendukung program gizi anak.
“Pelaku mencuri barang-barang di SPPG tersebut sendirian,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, Kamis (16/7/2026).
Bambang menjalankan aksinya secara bertahap pada 1, 2, dan 4 Juli 2026. dari tiga hari tersebut pelaku membawa berbagai peralatan penting SPPG, antara lain 8 kompor gas, 5 outdoor AC, 7 CCTV, 1 blower dapur, mesin instalasi gas, 3 kasur, 3 bantal, 8 set roda kereta dorong, timbangan elektrik.
Selain itu pelaku juga mengambil 2 blender, 38 ompreng, 3 kipas angin, timbangan meja elektrik, televisi 32 inchi, genset, DVR CCTV, serta peralatan dapur lainnya.
“Karena barang-barangnya dicuri pelaku, akhirnya SPPG ini tidak bisa operasi. Termasuk ompreng buat makan anak-anak itu karena diambil, tidak bisa mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah,” jelasnya.
Dalam melancarkan pencurian, tersangka masuk ke area SPPG dengan memotong kawat pagar pada dini hari. Tersangka lalu masuk ke dalam dapur MBG dengan melubangi atap asbes.
“Pelaku mengangkut barang-barang SPPG menggunakan sepeda motor yang dilengkapi tas motor (Ronjot),” ujarnya.
Baca selengkapnya di sini.
Ikuti Berita7
