— Polisi tengah menyelidiki kasus pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di lahan kosong dekat perumahan di Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bayi itu ditemukan pada Selasa (14/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengevakuasi bayi untuk mendapat perawatan medis.

“Kami mulai melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku,” kata Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti.

Empat saksi telah dimintai keterangan, termasuk seorang pemulung yang pertama kali menemukan bayi dan beberapa pedagang di sekitar lokasi.

Polisi menyatakan belum memperoleh petunjuk yang mengarah pada pelaku atau identitas orang tua bayi. Proses penyelidikan terkendala minimnya petunjuk di lokasi kejadian, karena area penemuan merupakan lahan kosong yang sepi, tidak dilengkapi kamera pengawas, dan bukan jalur yang ramai dilalui masyarakat.

“Yang jelas kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut,” ujar Kompol Wuryanti.

Pertolongan Pertama dan Kondisi Medis

Setelah menerima laporan warga, petugas mendatangi lokasi dan mengevakuasi bayi tersebut. Wuryanti memastikan bayi sudah mendapat penanganan medis karena mengalami demam ringan, kekurangan cairan, serta tampak menguning.

“Begitu menerima laporan, kami langsung ke lokasi, memeriksa kondisi bayi, kemudian mengevakuasi karena kondisinya agak hangat seperti demam, kurang cairan, dan terlihat agak kuning,” ujarnya.

Bayi ditemukan tanpa pakaian dan hanya terbungkus kain bekas. Petugas sempat membawa bayi ke bidan desa untuk dibersihkan sebelum merujuknya ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk perawatan lebih intensif.

“Alhamdulillah sekarang bayinya sudah dalam keadaan sehat,” kata Wuryanti.

Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjut

Berdasarkan pemeriksaan medis, bayi diperkirakan berusia tiga hari dengan berat 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi.

“Hanya di hidung sempat ada kemerahan yang kemungkinan akibat gigitan semut atau serangga,” ujar Wuryanti.

Setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD, petugas berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi karena bayi tersebut berstatus anak terlantar.

“Setelah dirawat di RSUD, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena bayi ini merupakan anak terlantar,” tambahnya.

Kronologi Penemuan

Bayi ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh seorang pemulung bernama Kandar. Awalnya Kandar mengira bayi itu sudah meninggal karena tidak bergerak dan tidak menangis.

Setelah memastikan kondisi menggunakan sebatang kayu dan bayi mulai bergerak serta menangis, Kandar segera meminta bantuan warga dan melaporkan penemuan itu kepada aparat setempat.