Manchester City dipastikan mengamankan posisi puncak klasemen Grup A Liga Champions, lolos langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui babak playoff. Kepastian ini diraih setelah rival terdekat mereka, Real Madrid, gagal meraih poin maksimal di laga terakhirnya.
Kemenangan City dan Kekalahan Madrid
Manchester City berhasil mengalahkan Galatasaray dengan skor 2-0. Kemenangan ini membuat The Citizens mengoleksi 16 poin dari delapan pertandingan. Sementara itu, Real Madrid yang bertandang ke markas Benfica harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 4-2. Kekalahan ini membuat Madrid tertahan di peringkat kesembilan dengan 15 poin.
Situasi ini membuat Pep Guardiola, manajer Manchester City, merasa perlu berterima kasih kepada Benfica, dan secara tidak langsung kepada Jose Mourinho yang dianggapnya memiliki strategi jitu.
Peran Krusial Benfica dan Strategi Mourinho
Guardiola mengungkapkan bahwa kemenangan Benfica atas Real Madrid sangat krusial. Ia menyoroti momen ketika kiper Benfica maju ke depan untuk mencetak gol keempat timnya.
“Ketika saya melihat kiper Benfica maju untuk cetak gol, buat apa? Malah, Madrid bisa lakukan serangan balik,” ujar Pep Guardiola dilansir dari situs resmi UEFA. “Ketika itu saya tidak tahu kalau Benfica memang butuh gol lagi.”
Benfica memang membutuhkan gol tambahan untuk memperbaiki selisih gol mereka agar bisa lolos ke babak playoff 16 besar. Gol keempat Benfica akhirnya tercipta, membuat mereka finis di peringkat ke-24 dengan sembilan poin, sama dengan Marseille yang berada di posisi playoff. Namun, Benfica unggul selisih gol (-2 berbanding -3).
Marseille sendiri harus menelan kekalahan 0-3 dari Club Brugge di laga pamungkas.
Ucapan Terima Kasih Guardiola
Guardiola mengaitkan strategi Benfica dalam mencetak gol keempat tersebut dengan taktik yang mungkin diinstruksikan oleh Jose Mourinho.
“Akhirnya itu strategi yang bagus dari Jose Mourinho, mereka bisa bikin gol keempat,” ungkap Pep Guardiola. “Ya, saya nanti akan berterima kasih kepadanya,” tutupnya.






