Jakarta – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, menunjukkan penurunan performa yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini membuat Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas, Antonius Budi Ariantho, angkat bicara mengenai kemungkinan perombakan komposisi pemain.
Penurunan Performa Pasca-Juara Korea Open 2024
Leo/Bagas sempat menjadi andalan ganda putra Indonesia berkat rentetan prestasi gemilang pada tahun 2024. Setelah dipasangkan, mereka berhasil menjuarai Korea Open 2024. Namun, performa mereka cenderung inkonsisten hingga akhir tahun. Memasuki tahun 2025, pencapaian terbaik mereka adalah menjadi runner-up di All England.
Masalah Chemistry di Lapangan
Antonius Budi Ariantho mengakui adanya masalah pada pasangan ini, terutama terkait chemistry di lapangan. “Kalau saya lihat, setelah final All England itu dulu ya, ya Swiss, setelah itu sudah turun-turun terus. Saya enggak tahu secara non-teknisnya gimana, tapi mungkin chemistry-nya agak berbeda di lapangannya. Namun, di luar baik-baik saja,” ujar Anton saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Ia menjelaskan pentingnya keselarasan dalam permainan ganda. “Kalau double kan misalnya saya maunya apa, kamu harus tahu lah, oh ini, pasangan saya mau chop nih, oh pasangan saya mau smes, kamu harus di depan lho, chemistry harus dapat, betul nggak? Iya kan. Kalau enggak, sendiri-sendiri. Nah, itu di situ chemistry-nya agak sedikit enggak menyatu, belum menyatu.”
Meskipun demikian, Anton menampik anggapan bahwa Leo/Bagas mengalami kejenuhan. “Kalau jenuh sih saya rasa enggak ya, karena itu sudah pengalaman lah, cuma ya itu sedikit chemistry-nya, kayak mainnya itu kayak enggak nyambung,” tuturnya.
Evaluasi Menuju Event Besar
Kondisi ini akan terus dievaluasi secara ketat mengingat agenda besar di tahun 2026, termasuk Asian Games 2026 dan persiapan menuju Olimpiade 2028. “Ya perlu diperbaiki lah ya, perlu dilihat lagi, tetap kita akan evaluasi terus, kira-kira bisa sampai enggak, ya kan, 2026 kan juga kita harus jaga-jaga dong. Kalau memang keadaannya Leo/Bagas enggak ada perubahan, ya masa kita mau teruskan. Harus diubah dong,” tegas Anton.
Anton tidak menutup kemungkinan adanya perombakan jika performa Leo/Bagas tidak menunjukkan perbaikan. “Yang pasti seperti itu (dirombak) lah, tapi kami kan usaha dulu nih, diperbaiki, ya kan. Tapi kan ada targetnya dong, targetnya kemana nih, ini kira-kira sampai 6 bulan, target di mana nih, gitu dong. Ya dari pertandingan-pertandingan ini kan kita targetin dong, ini hasilnya gimana? Percapaiannya bagaimana,” jelasnya.
Target Juara di Level Super 300
Anton menargetkan Leo/Bagas untuk meraih gelar juara di level Super 300, dan minimal mencapai semifinal atau final di turnamen yang lebih tinggi. “Ya pasti dong. Kayak dia main level 300, Thailand (Masters) main, targetnya pasti juara lah, realitas saja, ya kan. Masa mau target 8 besar,” pungkas Anton.






