Berita7.co.id — Pengelola Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Pusat menyatakan kejadian pecahnya kaca di gedung tersebut bukan peristiwa baru. Menurut Martin, insiden serupa sudah terjadi beberapa kali sejak 2018 dan diduga disebabkan oleh pemuaian.
Martin mengatakan beberapa lantai pernah mengalami kaca pecah dan sudah dilakukan penggantian. Ia menegaskan peristiwa terbaru tidak terkait aksi teror atau penembakan.
“Gedung ini satu sampai dua tahun sekali pasti ada kaca pecah. Itu ada, buktinya ada. Lantai 5, 6, 7, 8 sudah pernah pecah, dan ini kita ganti. Dugaan pemuaian,”
Pengelola menjelaskan jenis kaca yang digunakan adalah kaca tempered, sehingga saat pecah menimbulkan pola serpihan berupa titik-titik kecil. Martin menyatakan pola tersebut sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya.
“Itu kacanya kayak tempered. Kaca tempered dia, jadi kalau pecah itu pasti ada titik,”
Beberapa kaca yang pernah pecah sebelumnya telah dipasangi kaca film sebagai langkah mitigasi agar serpihan tidak langsung berjatuhan. Martin mengatakan vendor sudah dipanggil untuk mengganti kaca yang rusak, dan pemasangan kaca film akan diperluas ke bagian-bagian yang belum terlindungi.
“Tindak pencegahan, ya kan, kita kan nggak tahu kejadian namanya musibah itu siapa yang tahu?… Jadi kalau pecah itu tidak langsung pecah. Nah kebetulan, di kaca di bawah ini emang belum dikasih kaca film, jadi jatuhnya langsung,”
Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, menyampaikan insiden diketahui sekitar pukul 11.30 WIB dan memastikan tidak ada korban akibat pecahnya kaca.
“Jam setengah 12-an tadi, jam 12. Nggak ada (korban),”
Naryana menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik gedung untuk mengidentifikasi kondisi bangunan dan menentukan langkah pemeliharaan atau pengamanan selanjutnya.
Pada pukul 14.36 WIB terlihat kaca depan gedung BGN pecah dan serpihan berserakan di halaman depan. Garis pembatas dan tim identifikasi forensik (INAFIS) tampak di lokasi, sementara sejumlah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan penjagaan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan, “Pecahan kaca di gedung BGN. Pecahan kaca diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah,”
Ikuti Berita7.co.id
